HADIAH YANG TERLUPAKAN


Image

 

Orang bilang, jika kita berteman dengan tukang parfum maka kita akan ikut tercium bau parfum. Jika kita berteman dengan pedagang ikan, maka bau kita seperti pedagang ikan juga. Mungkin kata-kata itulah yang tepat saat itu….

Beberapa hari yang lalu, ketika aku sedang membersihkan kamar tidur dan merapikan beberapa buku. Aku menemukan sebuah alqur’an dari dalam laci. Al-qur’an itu telah lama rusak sampulnya dan aku sudah tidak menggunakannya lagi. Seketika akupun teringat pesan sahabatku di bangku SMP. “Baca selalu Qur’an ini, maka kamu akan ingat selalu denganku, walaupun suatu saat nanti kita tak satu sekolah lagi” Ujarnya kala itu dengan seulas senyuman.

Ketika aku masih duduk di bangku SMP, hampir semua teman dekatku adalah anak pondok pesantren. Sikap, tutur bahasa yang santun dan ilmu agama yang mereka miliki sedikit demi sedikit tertular padaku. Mereka tak segan-segan menasehatiku ketika aku berbuat kesalahan, dan aku juga tak segan-segan bertanya tentang ilmu agama yang belum aku ketahui. Aku sangat menikmati suasana penuh keakraban kala itu.

Hari itu adalah hari ulang tahunku yang ke-15 tahun, tahun di mana aku menikmati masa-masa akhir bersekolah berseragam SMP. Saat itu usai melaksanakan pelajaran olahraga, teman-teman tiba-tiba melempariku dengan telur serta tepung terigu. Saat itu aku sangat marah pada teman-temanku karena aku serasa jadi adonan kue kala itu. Sambil tertawa-tawa mereka memberiku sebuah hadiah, 2 renteng sampo. Ah tidak rasanya aku ingin membalas perbuatan teman-teman. Namun dengan lembutnya sahabatku berkata” anggaplah ini kenang-kenganan dari kita semua”

Dan keesokan harinya, dia memberiku sebuah hadiah berbentuk kotak kecil terbungkus kertas kado.”Jangan lihat isinya, tapi lihat manfaatnya. Dan semoga selalu digunakan di rumah”

Sebuah Al-qur’an bersampul warna ungu yang dia beri, beserta sepucuk surat yang berisi pesan padaku.

Tujuh tahun sudah aku tidak pernah bertemu dengannya sejak kami lulus dari bangku SMP dan kini Al-qur’an itu telah lama sobek dan tidak pernah aku pergunakan lagi. Bahkan aku jarang membacanya ketika SMA. Rasanya aku telah menghianati amanah sahabatku kala itu. Hadiah yang terlupakan dari seorang sahabat yang selalu mengajakku dalam kebaikan. Kini aku berusaha membaca Alqur’an itu lagi, walaupun tak setiap hari. Tapi paling tidak, pesan yang dia berikan agar aku selalu ingat dengan Allah dan tentunya sahabatku itu telah aku laksanakan.

Dan di ulang tahunku kini, aku hanya berharap, semoga aku menjadi pribadi yang baik, di beri kemudahan dalam mencari ilmu baik itu ilmu dunia maupun akhirat, dan di beri keberkahan atas ilmu-ilmu yang aku cari. I wish all the best…Amiin….

Terima kasih, sahabatku KIPTIA 😀

Iklan