Contoh Naskah Drama


Contoh-Naskah-Drama-Terbaru-Sekolah
Hari ini pengen ngeposting drama,, hehehe  ini adalah naskah drama yang ada di komputer rumah,,, daripada di buang sayang mending di posting di blog aja hehehe 🙂 😀

NASKAH DRAMA I : HIKMAH SEMANGKOK MIE

Babak I
SRI : Hari sudah siang begini, ibuku belum juga pulang. Aku sudah lapar.
Ani : Aku juga kak, mengapa ibu gak pulang-pulang ya, kak?
Sri : Itu rupanya ada mie, ayo kita masak ya, dik?
Ani : Ayo kak.
Sri : Ini bakminya dik, kita bagi dua.
Ani : Iya, kak. Ah, kakak curang, aku sedikit, kakak banyak. Aku minta lagi.
Sri : Jangan ! kamu masih kecil gak usah banyak-banyak, nanti tidak habis.
Ani : Gak mau, aku minta yang banyak ( sambil menarik semangkok mie , bakminya tumpah )
Sri : Kamu sih ! Gimana mienya tumpah begini, kita gak jadi makan.( sambil memegangi perutnya )
Ani : Gara-gara kakak!
Sri : Kamu yang nakal.
Ani : Kakak yang curang ( bertengkar, dorong-dorongan adiknya terjatuh )
Ibu : Hai, ada apa ini, kamu bisanya Cuma bertengkar. Kamu sudah besar bukannya membantu ibumu malah bertengkar. Kamu sudah besar tidak mau mengalah. ( melihat lantai yang kotor ) Apa ini berceceran di lantai, kotor dan menjijikkan. Ibumu bekerja membanting tulang bekerja mencari uang agar kamu bisa makan, tapi , kamu malah buang-buang makanan. Dasar anak gak tau diri.( marah-marah ) pergi kamu, jangan pernah kembali!

Babak II
Ayah : Assalamualaikum, Bune…., Bune….. Bapak pulang. Ini saya bawa makanan. Mana anak- anak? Mana Sri?
Ibu : Tidak ada Pak?
Ayah : Tidak ada bagaimana ?
Ibu : Tadi bertengkar dengan adiknya, lalu saya usir dari rumah.
Ayah : Kamu ini bagaimana Bune ? Aku bekerja meninggalkan rumah agar anak kita bisa makan, bisa sekolah, kok malah kamu usir. Pokoknya sekarang kamu cari sampai ketemu.
Ibu : Iya, Pak. Sebaiknya Bapak istirahat dulu, saya akan mencari Sri.

Babak III
T. Bakmi : Bakmi, bakmi,. Ayo beli bakmi. Bakminya enak.
Pembeli : Aku beli bakminya pak !
T. Bakmi : Iya silahkan tunggu aku buatkan.
Pembeli : Iya pak?
Sri : ( jalan terseok-seok sambil memegangi perutnya lalu duduk di samping penjual bakmi tanpa sepatah katapun ) Aduh, aduh perutku sakit.
T. Bakmi : kamu juga beli mi ta nak ?
Sri : Saya, tidak pak ?
T. Bakmi : Kenapa ?
Sri : Saya tidak punya uang pak?
T. Bakmi : Tapi, rupanya kamu lapar.
Sri : Gak apa-apa Pak ?
T. Bakmi : Siapa namamu ?
Sri : Sri Wahyuni Pak ?
T. Bakmi : Dimana rumahmu ?
Sri : di Desa seberang Pak.
T. Bakmi : Siapa nama orang tuamu ?
Sri : Ibuku bernama Paina, ayahku bernama Paijan.
T. Bakmi : Kenapa kamu bisa berada di sini ?
Sri : Saya diusir ibu saya Pak ?
T. Bakmi : Kenapa ?
Sri : Begini Pak, saya bertengkar dengan adik saya, ketika itu ibu pulang dari sawah, lalu ibuku marah-marah dan mengusir aku dari rumah.
T. Bakmi : Oh, begitu. Lain kali kamu jangan nakal, ya nak ?
Sri : Adik saya yang nakal Pak?
T. Bakmi : Iya, tapi kamu sebagai kakak harus mengalah, harus bisa melindungi adikmu. Sudahlah, tunggu sebentar saya buatkan Bakmi.
Sri : Iya Pak ?
T. Bakmi : Ini bakminya nak ? silahkan dimakan
Sri : Terima kasih Pak ( makan Bakmi dengan lahap )
T. Bakmi : Sama-sama.
Sri : Bapak begitu baik terhadap saya. Bapak berhati mulia, sedangkan ibuku sendiri tega-teganya mengusir saya dari rumah. Ibuku jahat
T. Bakmi : Eh, eh, jangan begitu Nak ! Itu salah, itu tidak benar. Coba renungkan baik-baik ! Ibumu memberimu makan, pakaian, merawat kamu dengan penuh kesabaran sejak kecil tanpa minta balasan apa-apa. Sedangkan bapak hanya memberimu semangkok mi saja , kamu tidak boleh mengatakan ibumu jahat. Kamu harus pulang dan minta maaf pada ibumu. Jangan hanya karena masalah sepele kamu minggat. Itu tidak baik. Kamu harus pulang nak?
Sri : Iya, Pak ?

Babak IV
Teman Sri : Sri, ayo kita pulang, Bu guru menanyakanmu. Ayo kita sekolah. Ibumu menunggu di rumah.
Sri : Aku takut.
Tmn2 Sri : Kenapa ? mari kita berdoa , mudah-mudahan ibu tidak marah lagi. ( bernyanyi bersama : Jadikan kami anak yang sholeh )

BABAK V
Bapak : Kemana sih, Sri ? Kok belum pulang. Kemana anak ini ? pulanglah nak, ibu dan bapakmu menunggu, bapak kangen nak . ( bernyanyi : Minggat ) Pulanglah nak ? Dimana kau ? Aku akan menyusul ibunya mencari Sri.
BABAK VI
Ibu : Hari hampir gelap, Sri belum juga pulang. Kemana anak ini ? Kalau gak ketemu pasti aku dimarahi bapaknya Sri. Mudah-mudahan ia segera pulang.
Sri : Ibu….., Ibu…….. ! Aku minta maaf bu? Aku yang salah, Sri yang salah bu ? Ibu begitu baik terhadap aku, aku minta maaf bu ?
Ibu : Anakku,………, anakku ……… maafkan ibu nak ? ( sambil merangkul Sri ) Yang penting kamu selamat. Ibu berharap jangan kamu ulangi lagi. Kami selalu berdoa semoga kamu jadi anak yang solikhah. Itu Bapakmu menunggu.
Sri : Iya Bu ?
Ibu : Ayo kamu makan dulu, nanti nasinya keburu dingin.

 SEKIAN

 

NASKAH DRAMA II : PERJUANGAN DAN DOA
MIRZA : (Berjalan menuju sekolahan sambil berkeluh kesah. Dia menendang benda apa saja yang ada di depannya)
”Tuhan, tidak sayang padaku. Aku sudah berdoa setiap hari, tetapi nilai rapotrku tetap jelek, banyak merahnya lagi. Katanya Tuhan sayang kepada siapa saja, tidak pandang bulu, Mana buktinya?” (Berhenti dan duduk di lantai)
NELA : ( Berjalan santai sambil bernyanyi –nyanyi lirih, tampak senang hatinya ) ”Hai, teman! Kenapa kau kelihatan murung?MIRZA: ”Tuhan sudah tidak sayang lagi denganku.” (Putus asa)NELA : ”Hai, itu tidak benar! Jangan kau salahkan Tuhan. Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada semua orang. Sebenarnya ada apa sih?”MIRZA : (Berdiri) ”Setiap pagi, siang, sore, dan malam aku berdoa. Memohon kepada Tuhan agar nilai rapotrku bagus dan menjadi bintang kelas. Tetapi, sampai sekarang rengkingku peringkat terakhir.ELLA : (Tiba-tiba Ella datang sambil tersenyum). ”Hai, sahabat!”
MIRZA dan NELA : (Bersamaan) ”Hai, Ella! Kebetulan nih!”ELLA : ”Memangnya ada apa?”
MIRZA : ”Begini, aku setiap pagi, siang, dan malam berdoa kepada Tuhan agar menjadi bintang kelas. Tapi, Tuhan tak memberinya. Sementara Riki dan Riko, tak pernah berdoa, nilainya bagus.”
ELLA : ”O. . . itu masalah kalian? Ingat sahabat, Tuhan menciptakan alam ini penuh dengan lambang.”
MIRZA dan NELA: (Bersamaan) ”Apa maksudnya?”
ELLA : ”Perhatikan matahari. Dia terbit di sebelah timur pagi hari dan tenggelam di sebelah barat sore hari. Dia selalu sabar dan disiplin melakukan tugasnya. Tak pernah terlambat, terlalu awal, apalagi berhenti.”
MIRZA : ”Apa arti itu semua?”
ELLA : ”Artinya, Tuhan mengajari kita agar disiplin. Matahari adalah lambang kedisiplinan. Jika ingin berhasil, kalian harus disiplin. Kalian juga harus sabar.”
MIRZA dan NELA: (Bersamaan) ”Terima kasih, Ella.”
ELLA : ”Tahukah kalian bahwa kalian hanya berdoa di mulut sedangkan Riki dan Riko berdoa sambil tekun belajar.
NELA : ”Maksudnya?”
ELLA : ”Kalian hanya berdoa, tetapi malas. Tidak menunjukkan kesungguhan. Kalian hanya suka mengeluh tapi tidak pernah belajar. Tuhan tidak suka dengan orang yang malas.”
MIRZA : ”Apa buktinya?”
ELLA : ”Kamu ingin pandai, tapi kamu malas belajar. Kamu pengin juara kelas, tapi tidak mau berusaha.Sedangkan Riki dan Riko rajin belajar sambil berdoa,
Paham ?
MIRZA : (Tertunduk malu) ”Paham, terima kasih, Ella.”
ELLA : ”Ingat! keinginanmu akan terwujud , jika kamu giat belajar disertai doa. Nah, sekarang selagi masih pagi, mulailah dengan rajin belajar!
MIRZA dan NELA : (Bersama) ”Baik, … baik, terima kasih, Ella!” (Menyalami Ella lalu pergi).
ELLA : sama-sama.

SEKIAN

NASKAH DRAMA III : Mr.GAUL & Mr. GABUL
Mr. GAUL : “Kenalkan nama saya, ( berhenti sebentar) mau tahu apa mau tahu banget?” Nama baru apa nama lama?” Kalau nama baru, masih belum bikin. Kalau nama lama sudah rusak. Tapi orang-orang biasa memanggil saya Mr. Gaul. Orangnya tampan suka bergaul. Duitnya banyak, kemarin ada anak kecil minta uang sama saya, Saya tanya, minta uang berapa dik? Dia menjawab, satu Milyar saja Mr. . Gila banget anak ini. Lalu saya balik bertanya, untuk apa dik? Dia menjawab, beli krupuk. Lalu saya suruh ambil sendiri di gudang. Kendaraan serba mengkilap, jumlahnya lebih dari empat, istri cantik memikat, butuh apa saja tinggal pencet, pokoknya serba enak deh. Anak saya yang nomor satu jadi penerbang. Percaya apa nggak? Bukan pilot lho? Tapi penerbang Al-banjari. …. Tapi kan penerbang. Anak yang kedua jadi dokter. Tapi bukan dokter rumah sakit, melainkan dukun bayi. Sebenarnya saya pengin agar anak saya jadi pejabat, tapi niat saya urungkan karena pejabat banyak yang korupsi. Makan semen, makan aspal dan makan uang rakyat. Jadi apa enaknya? Kalau jadi dokter saya takut disuntik, kalau jadi pejabat, saya takut jadi koruptor. Tapi itu tak penting, yang penting anak saya bisa bersekolah di tempat yang bonafit. Di sekolah yang bertaraf internasional.
Mr. GABUL : (jalan bergandengan tangan dengan anaknya) “Ayo nak, nanti kita terlambat !”
Anak Mr. Gabul : “Mau kemana Ayah ?”
Mr. GABUL : Daftar sekolah nak.
Mr. GAUL : “Hai Bul, mau kemana kau?” Kok buru-buru amat.
Mr. GABUL : “ Mau mendaftarkan sekolah anak saya Mr.
Mr. GAUL : “ Mau mendaftar kemana bul ?”
Mr. GABUL : “Mendaftar ke SD II Mr. “
Mr. GAUL : “ Sudah besar kok masih SD, apa gak kliru kau?”
Mr. GABUL : “ meskipun besar, umurnya masih 6 tahun”.
Mr. GAUL : “Kok bisa, bagaimana resepnya?”
Mr. GABUL : “Tiap hari saya beri makan pur.”
Mr. GAUL : “ Kau kira ayam potong, anak kau itu.”
Mr. GABUL : “ Cuma bercanda Mr. Saya lahir pada waktu musim kemarau, sedang anak saya pada waktu musim hujan, ya wajar saja kalau anak saya cepat gedhe.”
Mr. GAUL : “Sudahlah, itu tak masalah, sekarang ikut aku.”
Mr. GABUL : “Kemana Mr.?”
Mr. GAUL : “Mendaftar sekolah di tempat yang bonafit bersama anakku.”
Mr. GABUL : “Ah, Mr. jangan bercanda, Ia Mr. orang kaya, banyak duitnya, sedang saya Cuma buruh tani, setiap hari bergelut dengan lumpur di sawah, sehingga orang-orang memanggil saya Mr. Gabul.”
Mr. GAUL : “Pokoknya Bapak harus ikut saya, mendaftar di sekolah yang bonafit bersama anak saya, masalah uang nanti saya yang bayar.”
Mr. GABUL : “Tidak! Saya tetap akan mendaftarkan sekolah anak saya ke SD II.”
Mr. GAUL : “Ayo ikut aku!”
Mr. GABUL : “Tidak!” ( anaknya menangis, ketakutan, karena ditarik-tarik oleh Mr. Gaul)
PAK RT. : “ Ada apa ini? Kok ribut-ribut.”
Mr. GABUL : “Ini pak, mentang-mentang banyak duitnya saya dipaksa mengikuti kamauannya.”
PAK RT. : “Memangnya dipaksa apa?”
Mr. GABUL : “Saya mau mendaftarkan sekolah anak saya ke SD II tidak boleh”.
Mr. GAUL : “Apa sih keunggulan SD II Pak RT?”
PAK RT. : “Belum tahu ya? Sekarang SD II tidak kalah dengan Sekolahan bonafit. Guru-gurunya sudah berpengalaman, bersertifikat, ramah dan santun terhadap anak didik. Ada Bu Diah, Bu Dayatun, Bu Tami, P Nalam, Bu Vivit, P.Amin dan P. Udi. Murid-muridnya pinter-pinter dan sering memenangkan lomba di tingkat Kecamatan. Apalah arti sekolah bonafit kalau otaknya tidak mendukung. Buktinya anakmu, pengin jadi dokter, malah jadi dukun bayi, pengin jadi penerbang, jadi penabuh terbang Albanjari.”
Mr. GAUL : “Iya Pak RT. Memang betul Pak RT.”
PAK RT. : “ Sekarang kamu minta maaf sama sama Pak Gabul.”
Mr. GAUL : “Iya Pak!” ( Mr. Gaul & Mr. Gabul bersalaman)
PAK RT. : “Sekarang bagaimana?”
Mr. GAUL : “Saya akan mendaftar ke SD II Pak.”
PAK RT. : Di SD II sekarang ada pelajaran extra Komputer, Pramuka, Al Banjari, SBK , dan lain-lain. Gratis lagi, alias tidak bayar. Kamu tidak usah gengsi.
Mr. GAUL : Kalau begitu ayo segera mendaftar. Anak saya saya daftarkan ke SD II
SEMUANYA : Ayo !

SEKIAN

ucapan terima kasih buat ebesku yang mengizinkan untuk mempublikasikan naskah drama untuk pesta perpisahan di sekolah SD tempat ebes mengajar 😀