Si Bunga Matahari yang Pantang Menyerah


bunga matahari (1)

Alkisah ada seorang gadis kecil yang hidup miskin sedang mengumpulkan gelas air mineral di depan sebuah sekolah SD, sedang memandang anak-anak seumurannya yang tengah bermain di lapangan sekolah. Dia hanya bisa memandang dari balik pagar sekolah. Tanpa disadari seorang guru datang menghampirinya.

“Adek sedang apa?” Tanya Guru tersebut

“Ah..  saya… Saya…” Kata Gadis kecil itu yang terlihat terkejut kemudian berlari meninggalkan Guru sekolah dasar tersebut.

keeseokan harinya Gadis kecil itu melewati sekolah itu lagi sambil  mengumpulkan gelas air mineral dan memasukkan ke karung yang dia bawa. Sambil meminum teh yang di bungkus plastik dia duduk di bawah pohon besar didepan sekolah sambil melihat anak-anak SD yang tengah bersenam pagi. Begitulah yang dia lakukan setiap harinya.

Hingga suatu hari, seorang guru memanggilnya.
“Saya?”Tanya gadis kecil itu

“Iya kamu, sini”

Dengan sedikit rasa takut dia memasuki sekolah dasar tersebut.
“Ayo duduk disini. Nama adek siapa?”Tanya Guru wanita yang pernah bertanya waktu itu.

“Bunga”Jawabnya lirih sambil menunduk

“Ibu lihat kamu sering duduk di depan sambil melihat murid-murid, adek ingin bersekolah?”

Ia mengangguk pelan

“Kalau begitu mulai besok kamu boleh bersekolah disini” Jawab Guru tersebut

“Benarkah? tapi…”Gadis kecil itu terlihat murung lagi

“Tapi kenapa?”

“Bunga ini anak orang miskin, bunga juga tidak mempunyai seragam sekolah” Jawabnya lirih

“Itu tidak masalah, pihak sekolah yang akan memberi seragam sekolah. Sedangkan untuk biaya sekolah ada beasiswa untuk siswa kurang mampu”

“Bukan hanya itu saja Bu, Bunga tidak bisa membaca”

“Bu Guru yang akan mengajari, bukannya tujuan siswa untuk belajar disekolah agar dia belajar untuk menjadi lebih baik. Dari yang tidak bisa membaca nantinya bisa mahir membaca. Yang penting kamu rajin dan ulet untuk belajar”

“Tapi…”

“Kamu lihat bunga matahari itu?” Ujar Guru tersebut sambil menunjuk ke arah bunga matahari yang ada di halaman sekolah.

Gadis kecil itu mengangguk

“Setiap hari dia tidak bosan-bosannya mengikuti arah cahaya matahari agar dia bisa tumbuh besar. dari pagi, siang, sore dia mengikuti arah matahari, begitu setiap harinya. Rajin bukan?”

“ya”

“Karna itu, kamu harus giat dan rajin belajar jika kamu mau bersekolah disini. Kamu harus mengejar ketertinggalan kamu dengan yang lainnya. Sekarang Ibu mau bertanya pada kamu, cita-cita kamu apa?”

“Hmmm… Bunga.. Bunga ingin jadi polisi”

“Kenapa kamu ingin jadi polisi kalau Ibu boleh tahu?”

“Bunga mau menangkap preman yang selalu mengambil uang hasil dari memulung” Jawabnya Polos

“Bagus itu. Sekarang Ibu mau bertanya lagi, kira-kira kamu berhasil mewujudkannya tidak?”

“Bunga tidak tahu” Jawabnya sambil menggelengkan kepala

Sambil tersenyum Guru tersebut menghela nafas panjang

“Seperti yang Ibu katakan sebelumnya. Bunga Matahari adalah bunga yang pantang menyerah. Setiap hari dia mengikuti arah sinar matahari, dari arah timur hingga kearah barat kemudian ketimur lagi. Dia tak peduli walau saat itu sedang mendung ataupun hujan, dia tidak ada kata menyerah untuk mendapatkan sinar matahari yang ia dambakan. Seperti cita-cita yang kamu miliki bunga, dalam keadaan dan kondisi apapun kamu harus mewujudkan.  Bulatkan tekad pada diri kamu dan raihlah mimpi yang ingin kamu capai. Bisa?”

“Yah”
“Baiklah, Ibu akan ambilkan seragam sekolah utuk kamu. Mulai besok kamu sudah boleh bersekolah disini. Dan Ingat kamu harus jadi Bunga yang pantang menyerah “Si bunga matahari”. Ingat?”

“Yah”

Mulai saat itu Bunga si gadis kecil itu bisa bersekolah dan berusaha mewujudkan cita-citanya.

1972334_10202542060490175_2136466231_n

hehehe,,, g ngerti mau nulis apa,, pokoknya tentang si matahari,,, 😀 gara-gara ingin nanem bunga matahari lagi nih, tp malah g nemu bibit yg bagus :(. selalu gagal

^_^ ~~~~SALAM SI BUNGA MATAHARI~~~~  ^_^

Iklan

2 thoughts on “Si Bunga Matahari yang Pantang Menyerah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s