Gara-Gara Kisah Nabi Adam


Gambar

 

Pasti semua tahu, bagaimana cerita awal mulanya nabi Adam AS. diciptakan oleh ALLAH SWT. Sedikit informasi saja menurut agama islam nabi Adam AS. diciptakan dari tanah yang suci.

Dan kisah ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku TK A. Dimana di usia saat itu, aku sedang aktif-aktifnya bertanya karena rasa ingin tahu yang amat besar. Aku masih ingat betul kala itu aku sangat menginginkan seorang adik kecil sebagai teman bermainku. Akupun langsung mengutarakannya pada kedua orang tuaku, jika aku sangat menginginkan seorang adik. Tapi apa? orang tuaku hanya menjawab tidak bisa. Dengan perasaan sedih akupun mengalihkan kesedihanku dengan bermain dengan teman-teman sebayaku. 

Hingga suatu malam, di saat aku sedang mengaji bersama yang lainnya. Guru ngajiku sedang menceritakan peristiwa terciptanya nabi Adam AS. sebagai manusia pertama di bumi ini. Dengan penuh perhatian, aku mendengarkan cerita guru ngajiku itu. Kala itu, guru ngajiku menceritakan bahwa nabi Adam AS. diciptakan dari tanah yang suci dan ibu Hawa di ciptakan dari tulang rusuknya. Katanya juga, karena manusia pertama kali terbuat dari tanah, maka itulah sebabnya manusia ketika meninggal dunia akan di kubur dengan tanah. Diciptakan dari tanah dan kemabli dari tanah.

Mendengar kisah itu, sepulang dari mengaji aku langsung menceritakan kisah nabi Adam AS. kepada orang tuaku. Dengan polosnya aku meminta di buatkan adik dari tanah.

“Bu, aku minta di buatkan adik!”Pintaku pada Ibuku

“Tidak bisa sayang”

“Bisa, kata guru ngajiku nabi Adam di ciptakan dari tanah. Berarti manusia  juga diciptakan dari tanah. Adek juga”

“Itukan hanya cerita, itu juga kisahnya nabi Adam. Bukan kisah Ibu. Ibu tidak bisa membuat adik dari tanah”

“Kalau begitu, besok aku mau minta dibuatkan adik ama Allah. Kalau sama Allah tinggal bilang kun fayakun trus jadi deh adikku”

HAHAHA :D…

Keesokkan harinya aku bermain masak-masakan bersama teman-temanku. Dan kala itu ceritanya kita membuat kue  dari tanah lempung yang di bentuk menyerupai kue. Karena aku juga penasaran apa aku bisa membuat adik dari tanah, maka aku coba membuat orang-orangan dari tanah sambil meniup tanah itu kemudian berkata kun fa yakun. Tapi tidak terjadi apa-apa.

Dan malam itu juga saat aku mengaji kembali bertanya kepada guru ngajiku, kenapa Orang tuaku tidak bisa membuat adik dari tanah? -_-

HAHAHA 😀 Sumpah aku ingin tertawa setiap mengingat kisah itu, apalagi ketika Ibu menceritakan kisah itu lagi padaku. Rasanya malu tapi lucu. 

Dan dari kejadian itu, setiap keponakanku minta di bacakan cerita, aku harus menjelaskan sedetil-detilnya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti itu lagi. 😀 :p ^-^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s