Ku Ingin Kau Tahu


Gambar

Hari ini aku gugup sekali, karena hari ini adalah penentuan kelas bagi siswa-siswa yang naik kelas XI di sekolahku. Aku sangat berharap aku bisa satu kelas lagi dengan orang special di hatiku.Ya semoga saja…..

“Dinda,buruan sayang.Nanti telat lho pergi sekolahnya”ujar mama dari lantai bawah

“Iya ma,sebentar lagi Dinda turun”

Namaku Dinda, anak terakhir dari tiga bersaudara. Sekarang aku duduk di bangku kelas dua di sebuah SMA ternama. Seumur hidupku aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Habis aku orangnya pemalu banget sich,,,buat ngobrol bareng gebetan aja susah,apalagi kalo mau nembak dia.Padahal dia itu satu kelas terus sama aku dari SMP hingga sekarang.Dan sekarang,aku nggak tahu apa aku bisa satu kelas lagi ama dia.

Kulihat banyak siswa yang sedang menunggu di papan pengumuman.Sedangkan aku sendiri hanya duduk di taman bersama teman-temanku waktu di kelas satu.Malas aja kalau harus menunggu pengumuman yang belum jelas kapan di tempelnya.

Saat sedang bosan menunggu,tiba-tiba saja dia lewat di depanku…Ah,coba kalau aku bisa pacaran sama dia,alangkah senangnya aku punya pacar seperti teman-teman.

“Din,kenapa loe?kok bengong?”Tanya Diska

“Ah paling dia lagi ngeliatin punggungnya Indra”Goda Agnes

“Apaan sich kalian,aku kan Cuma lagi bayangin….bayangin…bayangin kucing aku di rumah.Tadi aku lupa ngasih makan gara-gara bangunnya kesiangan”

“Ah….Dinda malu tuch kepergok .Makanya buat alasan githu”Tambah Diska

“Apaan sich kalian,ngapain aku suka ama Indra?”

“Tuchkan??gue tadi nggak ngomong loe suka ama Indra,gue cuma bilang loe lagi ngeliatin punggungnya Indra.Githu doang kok?Jadi bener nich suka ama Indra??”Goda Diska

“Ah,bodoh amat.Aku mau ke toilet dulu”

“Merah tuch pipi loe?”

“Bodoh”Jawabku kemudian pergi

Mungkin kalau aku terus begini,mungkin aku hanya bisa melihat punggung dia saja.Walaupun aku sudah 4 tahun satu kelas dengannya,kalau aku nggak ada peningkatan mana mungkin aku bisa jadi pacarnya

Fiuhhhhh……..

Kuhela nafas panjang-panjang. Saat aku kembali dari toilet anak-anak pada ribut mencari namanya di papan pengumuman.Dengan susah payah akupun ikut berdesak-desakkan demi mencari namaku.Akhirnya aku menemukan namaku. Aku masuk kelas XI.IPA.I.Sayang aku nggak sempat nyari nama Indra di papan,padahal aku berharap banyak kalo aku bisa satu kelas dengannya.Mungkin aku harus pasrah pada tuhan,kalau aku jodoh dengannya,aku pasti dapat satu kelas dengannya lagi.Ya semoga saja……..

Serasa tersambar petir saat aku melihat wajah Indra di kelas yang baru aku masuki.Mungkinkah tuhan memang menjodohkan antara kita berdua,atau tuhan hanya memberiku satu kesempatan buatku supaya aku berani mengungkapkan isi hatiku padanya.

“Dinda,ngapain bengong di sana?”Tanya Amel yang juga temanku waktu masih SMP dulu

“Eh,enggak.Aku cuma seneng  aja ada di kelas ini.Kamu duduk sama siapa?”

“Kebetulan aku masih sendiri”

“Aku boleh sebangku sama kamu nggak?”

“Boleh aja.Nggak masalah”

Hari demi hari tlah berlalu begitu saja.Seperti dulu-dulu,aku cuma bisa melihat Indra dari jauh.Rasanya tubuhku lemas saat dia sedang berada di hadapanku.Aku tak mampu untuk bicara saat aku di dekatnya.Entah harus sampai kapan aku begini terus.Padahal aku ingin sekali dia tahu perasaanku yang sesungguhnya padanya.Aku tak ingin menyesal seumur hidupku.Tapi,,,,

Semenjak awal aku masuk di kelas ini,kebanyakan temen-temen yang kenal dekat denganku mulai mencomblangkan aku dengan Indra.Terutama Diska sama Agnes.Sebenarnya aku suka dengan semua itu,tapi aku malu.Apalagi saat anak-anak pada ngomong di depan kelas jadi super malu dech.

“Din,Indra lewat tuch”Goda Agnes

“Cieee….”

“Apaan sich?”

“Marah??sebenarnya loe suka nggak sich ama Indra?”Tanya Diska

“Menurut loe?”

“Suka……banget.Bener nggak?”

Akupun menundukkan kepala.Sial,kenapa aku jadi terpojok begini?

“Jadi bener?Indra…..”Panggil Diska

Akupun segera membekap mulutnya,tapi Diska justru meronta-ronta.Indrapun mengalihkan wajahnya kepada kita bertiga.Akupun segera mengalihkan pandanganku.Sialnya lagi,Agnes yang ikut bicara

“Indra,Dinda suka ama loe”

Kulihat sekilas Indra tersenyum kearahku.Sungguh aku malu sekali dengan kejadian ini.

”Cieee………”

“Apaan sich,aku mau balik kekelas dulu”

“Malu nie…….”

“Cie………..”

Hampir setengah semester telah berlalu begitu saja.Dan aku masih saja menjadi pengagum rahasia Indra.Walaupun anak-anak sering comblangin kita untuk jadian,tapi rasa takut itu begitu besar kalo aku mengungkapkan isi hatiku ini.Lebih baik aku jadi pengagum rahasia daripada aku mengungkapkan isi hatiku padanya dan aku sendiri nggak sanggup kalau seandainya dia tidak mau menerimaku…..

Hingga suatu hari,exkul yang aku ikuti sedang mengadakan study tour.Kebetulannya lagi Indra juga sama-sama ikut exkul yang aku ikuti.Karena kita anak KIR,maka tempat kita untuk study tour adalah kebun raya Bogor.Ah…..senang rasanya hari minggu ini bisa bertemu lagi dengannya.

“Mama,Dinda berangkat dulu ya ma”

“Lho,kamu nggak makan dulu sayang?”

“Dinda udah telat ma,nanti Dinda di tinggal lagi sama anak-anak.Dah mama…”Ujarku sambil mencium pipi kanan mama

Untung saja Busnya belum berangkat,coba kalau mereka pergi duluan,nggak bakal ketemu sama Indra dech.

“Lama amat sich?”Gumam Siska,ketua exkul KIR

“Maaf aku kesiangan”

“Ya sudah cari tempat duduk sana,kita akan berangkat”

“Iya…”

Akupun bengong mencari tempat duduk.Semuanya pada penuh,hingga akhirnya ada satu tempat yang tersisa buatku.Tapi,,,,

“Duduk aja sini!”Ujar Indra padaku

“Eh…..iya”

Anak-anak pada sengaja atau ini memang sudah menjadi kehendak tuhan padaku.

“Kenapa masih berdiri?nggak suka ya?Atau kamu mau dekat jendela?’

“Hmm…..Boleh..”

Akhirnya Indra berdiri dan membiarkan aku untuk duduk di dekat jendela. Ya tuhan, kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Selama dalam perjalanan,aku hanya melihat kearah jendela. Sungguh aku tak percaya dengan semua ini. Aku bisa duduk berdekatan dengan cowok yang aku sukai. Padahal biasanya aku baru berani melihat dia dari kejauhan dan sekarang……Rasanya mau mati saja.

Agar Indra tak mengajakku bicara akupun pura-pura menulis di buku diaryku sambil mendengarkan lagu dari minoru yang berjudul ku ingin kau tahu dari MP3ku. Walaupun sesekali Indra juga mengajak aku ngobrol.

Ku Ingin Kau tahu di dalam Hatiku

Telah lama tersimpan Rasa Cinta untukmu

walaupun kau takkan  pernah tahu

Masihkah mungkin Hatimu kan jadi milikku

Akankah kau sadari perasaanku padamu

Walaupun kau takkan pernah tahu

Ah…..bodoh mana mungkin Indra bisa suka ama aku.

“Serius amat,lagi nulis apa?”

“Mau tahu aja”

“Takut kepergok ya kalau kita ngobrol bareng “

“Enggak”

“Kirain.Sudah jangan terlalu di pikirkan soal omongan anak-anak.Lagian itu cuma bercanda doangkan!”

“Tapi…?”

“Tapi kenapa?jadi bener nich suka?”

“Tahu ah. Kamu sama aja kayak anak-anak.Resek”

“Suka juga nggak apa-apa”

“Ha?”

Indra langsung mengalihkan wajahya kepadaku sambil tersenyum. Seketika akupun langsung mengalihkan pandanganku keluar sana. Sebenarnya Indra itu suka nggak sich ama aku.

Akhirnya sampai juga di tempat tujuan.Pak Rizalpun mulai membagi kita semua menjadi beberapa kelompok. Dan entah ini takdir atau bukan aku satu kelompok ama Indra. Ya ampun bisa-bisa aku mati nich kalo terus begini.

“Ya sudah kalian boleh berpencar sekarang.Nanti kita berkumpul lagi di sini pukul dua belas siang.Mengerti semua”Ujar pak Rizal

“Mengerti pak!”

Ku hela nafasku panjang-panjang.Mungkin ini memang sudah menjadi rencana tuhan padaku.

“Ayo semua jalan”

Kali ini kita di beri tugas untuk mencatat nama-nama tumbuhan yang ada di sekitar kita.Tiap kelompok terdiri 4 orang dan Indra yang menjadi ketua di kelompok ini.Dan aku sendiri di beri tugas untuk mencatatnya.Baru beberapa aja yang aku tulis,tapi tinta bulpoinku sudah habis.

“Ada apa Din?”Tanya Indra padaku

“Eh…Enggak, cuma tinta bulpoinku aja yang habis”

“Ya udah pakai saja punyaku”ujarnya sambil menyerahkan bulpoinnya padaku

“Nggak perlu,aku bawa bulpoin cadangan kok. Beneran, nich lihat aja”Ujarku sambil menunjukkan bulpoinku padanya

“Ya sudah ayo kita kembali jalan. Yang lainnya sudah pada pergi jauh tuch”

“Iya…”

“Bodoh kenapa aku nggak ambil aja bulpoinnya Indra.Kan masih ada bekas tangannya Indra.tolol banget sich aku”Gumamku dalam hati

“Kenapa masih berdiri disana,ayo buruan!”pinta Indra padaku

“Iya bentar”

Akhirnya pulang juga, rasanya capek banget. Tapi aku senang. Lagi-lagi aku merasa bosan dalam perjalanan pulang ini. Kulihat Indra juga sedang tetidur, kalau dia sedang tidur jadi terlihat tambah manis….Akhirnya aku kembali menulis di buku kesayanganku tentang hari ini.

Dear Diary,

Hari ini aku seneng banget,bisa sekelompok ama cowok special.Yupss,siapa lagi kalo bukan sama Indra.Aku seneng banget Indra tadi menolongku,walaupun bukan hanya aku saja yang ia tolong.Sayang tadi aku  sempat melihat dia sedang ngobrol serius sama Siska.Apa mungkin Siska itu gebetannya,atau mungkin dia pacarnya.Sedikit menyesal sich,karena aku nggak bisa memilikinya.Tapi mau bagaimana lagi,aku terlalu takut untuk mengungkapkannya. Mungkin selamanya aku akan menjadi pengagum rahasianya. Tuhan andai dia tahu seberapa dalam perasaanku padanya. Mungkin aku sedikit merasa lega,karena menjadi pengagum hampir 5 tahun itu terasa menyakitkan saat melihat dia bersama orang lain.Ya… mungkin ini hanya khayalku saja mendambakan orang yang hanya sebatas mimpi bagiku…

Akupun mulai mengantuk,Ku letakkan bukuku kedalam tas.Dan akupun mulai tertidur lelap di samping orang yang aku sukai.

Pagi ini aku benar-benar shock saat aku tak menemukan buku diaryku di dalam tas.Bagaimana kalau buku itu sampai di temukan anak-anak,bisa terbongkar semua rahasiaku.

“Dinda,buruan di tunggu papa tuch!”Ujar mama

“Iya ma sebentar lagi”

Akhirnya kaupun pergi ke sekolah dengan perasaan yang was-was.Pikiranku mulai nggak tenang,membayangkan hal buruk yang akan terjadi nantinya.

“Woi,ngelamun aja”ujar Agnes

“Kamu nes,ngagetin aja”Jawabku lemas

“Kok lemes sich.Memangnya acara kemarin nggak seru ya?”

“Seru,cuma aku lagi bete aja”

“Kenapa?”

“Kamu tahu buku kesayanganku yang warna hijaukan,itu hilang”

“Hilang?hilang kemana?”

“Kalau aku tahu juga nggak bakal bete seperti inikan?”

“Iya sorry,loe kali yang lupa taruhnya atau salah taruh dimana kek”

“Ya ampun?”

“Loe udah ingat sekarang?”

“Gawat…..”

“Gawat kenapa?”Tanya Agnes penasaran

“Mampus gue?”

Aku baru ingat kemarin karena aku sedang mengantuk berat,makanya aku taruh buku itu kedalam tas.Tapi,jangan-jangan aku salah taruh buku itu kedalam tasnya Indra lagi.

Tak lama kemudian Indra lewat di depanku

“Pagi semuanya….”Sapanya dengan senyum khasnya

“Pagi dra”jawab Agnes

Aku sendiri nggak mampu buat melihatnya.

“Lho kenapa Din?”

“Nervous kali, liat tampang loe itu”Jawab Agnes seenaknya

“Agnes??”

“Iya sorry,buku kesayangan Dinda hilang”

“Udah ah jangan ngomongin masalah itu,  biarin aja hilang”Jawabku kemudian pergi

Aku yakin banget semalam aku memang menaruhnya ke dalam tas, tapi apa mungkin tas itu milik Indra…….

Dari awal masuk kelas aku udah nggak bisa berkonsentrasi.Yang ada dalam otakku hanya keberadaan buku itu.

Saat istirahatpun aku cuma mengaduk-aduk minuman yang aku pegang.Anak-anak juga nggak berani mengejekku sekarang karena aku sedang bete abis.

“Udalah Din, buku itukan bisa di beli lagi. Di toko banyakkan?”

“Tapi ini buku kesayanganku. Nggak bisa tergantikan lagi.Udahlah aku mau kekelas aja. Aku balik duluan ya da…”

“Da….”

Lagi-lagi aku kembali shock, saat aku melihat bukuku ada diatas mejaku sendiri. Dengan cepat aku langsung membukanya untuk memastikan itu adalah buku milikkku sendiri. Dan,sepucuk amplop berwarna biru di dalamnya. Dengan hati yang was-was, akupun membukanya sambil melihat keadaan kelas yang sedang sepi. Akhirnya akupun membacanya

Dear Dinda,

Aku bukanlah seorang Casanova

Yang selalu meluluhkan setiap hati wanita

Aku bukanlah seorang pecundang sejati

Yang selalu melukai lubuk hati

Aku bukanlah seorang Yusuf

Yang membuat pesona kepada semua wanita

Aku hanyalah aku

Seorang yang tak berdaya

Namun,

Ku ingin kau tahu,,,

Bahwa jauh di dalam lubuk hatiku ini

Ada seorang yang selalu setia menunggu CINTA darimu…

Dinda maukah kau jadi pacarku???

Your Love

Indra

APA??aku di tembak ama Indra???aku nggak mimpikan.Aku ……….

Dengan segera aku langsung memasukkan bukuku ke dalam tas, karena anak-anak pada masuk kelas semua.Ya ampun, aku masih nggak percaya Indra nembak aku….

Hari ini aku pulang sedikit kesorean karena anak KIR sedang berkumpul.Dari tadi aku diam aja, walaupun Indra ada di sampingku….

Hingga akhirnya saat pulang sekolah……

“Pulang bareng yuk!”Ajak Indra

“Hmm….boleh”aku tersipu malu

Akhirnya aku jalan berdua ama Indra menuju halte Bus

“Hmm…sorry ya buku kamu ke bawa dalam tasku kemarin”Ujar Indra blak-blakkan

Akupun terdiam

“Din,kamu marah ya?”

“Hmm…Enggak kok,cuma…shock aja”

“Aku juga minta maaf karena aku juga udah baca buku kamu”

Sejenak semua terdiam

Akupun memberanikan diri untuk bicara

“Hmm….soal surat itu?”

“Aku suka kamu”

“Apa?”

“Iya aku juga suka kamu,sebelum dan sesudah anak-anak ngomongin kita aku sudah suka kamu”

“Oh ya?sejak kapan?”

“Semenjak kita MOS bersama dan di hukum bersama-sama waktu masih SMP dulu”

Aku tersenyum malu

“Kenapa tersenyum?”

Aku menggeleng pelan

“Andai saja bukuku nggak salah taruh,pasti kita nggak bakal tahu isi hati kita masing-masing .Aku bersyukur”

“Jadi gimana?”

“Apa?”

“Kamu mau menerima aku jadi cowok kamu nggak??”

Sambil menunduk malu,akupun mengangguk pelan

“Jadi kita resmi pacaran dong?”

“Sstt…jangan keras-keras.masih ada teman-teman di belakang.Aku malu”

“Kenapa emangnya,kamukan cewek aku.Kenapa harus malu.Woi,pengumuman Dinda sekarang jadi cewek aku”Teriak Indra di muka umum

Akupun jadi malu,tapi aku seneng banget bisa jadian ama orang yang aku cintai.

And LOVE GOES ON. . . .

TAMAT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s