CintaQ di kawin gantung


Minggu, 09 November 2008

 

Katakan Cinta………

 

“ANA….AKU SUKA KAMU”Teriak Aldo diatas panggung siang ini

Sontak temen –temen yang kenal padaku semua mengalihakan pandangannya padaku.

“Apa?”Tanyaku lirih

Gila,aku nggak salah dengarkan.Aldo yang jadi idola satu sekolah menyatakan cinta sama aku didepan umum?Atau memang ada Ana-Ana yang lain disekolah ini.Memang sih,baru-baru ini Aldo tiba-tiba datang tanya-tanya padaku tentang agama,juga dia ikut di acara rohis sekolah.Tapi,bukan berarti dia langsung suka padaku bukan?

“An,Ana gimana tuh?”Tanya Icha temen sebangkuku yang mulai membuyarkan lamunanku

“Eh,,,apanya?Aku nggak tahu?”Jawabku bingung

“Samperin dia,dan kasih jawaban sana!”Pintanya padaku

“Nggak,aku nggak mau.Bisa sajakan ada nama Ana yang lain disekolah ini”Jawabku

“Ya ampun,diakan sudah bilang kalau dia suka sama kamu.Pakai acara mikir segala,udah kasih dia jawaban.Iya atau enggak?”Pintanya lagi

“Sudahlah biarkan saja”

Dan lagi-lagi Aldo bicara aneh didepan umum.Mungkin itu mantra cinta yang bisa membuat hati para wanita takluk padanya.Aldopun mulai turun dari panggung dan langsung menghampiriku.

“Sekali lagi,aku mau bilang aku sayang kamu Ana.Jujur,kamu berbeda dengan cewek yang pernah aku temui.Meski kota Jakarta ini panas,kamu tetap setia memakai jilbab kebanggaan wanita muslim.Mungkin itulah yang membuat aku jadi jatuh hati sama kamu”Jelasnya didepanku

Icha langsung menyenggolku

“Ana jawab,,,buruan.Ntar diambil sama orang lho?”Bisik Icha tepat ditelingaku

“Aku bingung”Jawabku sambil berbisik ditelinganya

Entah karena aku yang gugup atau karena baru pertama kalinya aku ditembak cowok,akupun langsung pergi meninggalkan acara perayaan ulang tahun sekolah.

“Ana,Ana mau pergi kemana?”Tanya Icha

Kata-kata Aldo masih terngiang-ngiang ditelingaku.Kalau aku boleh jujur,diam-diam aku juga suka sama Aldo.Cewek mana sih yang nggak menjerit saat ada cowok tampan pujaan hati menyatakan isi hatinya didepan umum.Begitu juga dengan aku,tapi bedanya aku tidak menggebu-bebu seperti cewek-cewek lain pada umumnya.

Hari ini aku pulang sekolah kesorean.Apalagi aku yang termasuk anggota osis harus beres-beres usai acara perayaan ulang tahun sekolah tadi.Rasanya capek,tapi ini sudah jadi tanggung jawabku yang harus aku jalani sebagai anggota osis.

Saat aku akan pergi pulang,kulihat diujung lorong ada sosok yang tak asing lagi sedang berdiri.

“Aldo”Gumamku lirih

Ternyata dia masih menungguku sampai aku selesai beres-beres.

“Assalamualaikum”Ucapnya padaku

“Waalaikum salam”Jawabku

 “Hmmm…An,maaf ya soal yang tadi pagi.Aku nggak bermaksud mempermalukan kamu didepan umum”

Aku diam

“Tapi An,kalau aku boleh jujur aku memang suka sama kamu.Apa kamu meragukan kejujuranku?Apa aku terlihat seperti pembohong besar?”Tanyanya

“Aku tidak berfikiran seperti itu”

“Lalu?Apa karena aku bukan orang yang taat beribadah,hingga kamu tidak percaya padaku?”Tanyanya lagi

“Aku juga tidak pernah bilang seperti itu?Itu hanya pemikiran kamu saja”

“Jadi bagaimana?”Tanya dia Aldo yang meminta kepastian

“Apanya?”Aku berbalik bertanya padanya

“Kamu maukan menjadi pacarku??Aku janji akan taat beribadah “

“Hmm…Beri aku waktu ya untuk berfikir ya”Jawabku lirih

“Baiklah aku akan menunggu”Ujar Aldo yang hendak memegang tanganku

“Maaf kita nggak muhrim”Tukasku yang berusaha menghindar darinya

“Maaf,aku lupa.Hmm…Aku antar pulang ya,sudah sore”

“Boleh”Jawabku dengan seulas senyum

Malam ini aku masih bingung memikirkan kejadian tadi pagi.Disatu sisi,aku ingin fokus dengan pelajaran karena aku sudah kelas tiga,tapi disisi lain aku juga ingin merasakan yang namanya pacaran.Namun aku juga tahu pasti bunda nggak bakal memperbolehkan aku pacaran.Jadi bingung,padahal besok jam pertama ada ulangan Biologi.Tapi aku justru memikirkan tentang Aldo terus.

Suara Adzan subuh mulai mengema serta memecah kesunyian.Akupun terbangun walau mata rasanya masih terasa mengantuk.Baru kali ini aku usai sholat subuh langsung tidur kembali.Padahal biasanya usai sholat subuh aku langsung menghabiskan waktu dengan belajar.Semalam aku baru bisa tidur pukul dua pagi.Itupun bukan aku gunakan untuk belajar tapi untuk memikirkan Aldo.

“Ana,cepat turun.Sudah ditunggu ayah sama bunda tuh”Panggil kakak pertamaku sambil mengetuk pintu kamar

Sontak akupun langsung melihat jam dikamar sudah menunjukkan pukul enam pagi.Matakupun jadi terbelalak melihatnya.

“I….iya kak tunggu sebentar”

Akupun segera mandi sekedarnya saja.dan langsung menyiapkan buku pelajaran hari ini.

“Pagi semua”Sapaku yang terlihat tanpa dosa karena terlalu lama

“Lama sekali sih?”Keluh kakak

“Maaf ,tadi Ana ketiduran”Jawabku dengan seulas senyum

“Kamu nggak mandi ya?wangi bener”Tukas kak Zaki

“Enak saja Ana mandi dong.Kak Zaki tuh yang nggak pernah mandi”

“Tapi biasanyakan kamu nggak pernah pakai parfum”

“Sekali-kali juga nggak apa-apakan.Namanya juga cewek”

“Tapi kamu jangan memakai parfum yang berlebihan,apalagi kalau tujuannya untuk menarik perhatian lelaki”Tukas Ayah

“Yee….Ayah kayak nggak tahu Ana saja.Mana ada cowok yang suka sama dia.Menarik perhatian cowok saja nggak bisa.”Ledek kakak sekali lagi

“Lho itu justru baguskan,Ana bisa langsung menikah.Nggak perlu yang namanya pacaran-pacaran.Lebih baikkan Ana ta’aruf.Jadi nggak banyak dosa”Jawab Bunda

Sontak aku langsung tesedak makanan usai mendengar pernyataan Bunda barusan.

“Ada apa An?”Tanya Kakak

“Dari tadi kok ngomongin Ana terus sih?Ana jadi serba salah”

“Itu tadi nasehat buat kamu.Supaya kamu tidak salah jalan seperti kakak kamu yang pacaran secara sembunyi-sembunyi dari kita”Ujar Ayah

“Ah…Ayah,kalau Zaki sih nggak apa-apa,Ana tuh yang rawan kebobolan.Dia masih labil”Ujar kakak

“Sudah-sudah,jangan berdebat lagi.Lebih baik kita sarapan dulu!”Pinta Bunda

Pagi ini anak-anak dikelas sudah pada fokus dengan yang namanya buku Biologi dimeja mereka.Tapi aku,jangankan untuk membaca satu kalimat membuka bukunya saja belum sama sekali.Kenapa sih,usai perayaan ulang tahun sekolah harus ada ulangan segala, pikirku.

“Icha,ntar aku nyontek ya?”Pintaku sama Icha

“Seharusnya aku yang bilang gitu sama kamu.Seumur-umur baru kali ini aku dengar kamu minta contekan sama aku,yakin kamu?”Ujar Icha yang membuatku sedikit tersindir

“Mau gimana lagi,kepepet”

“Hmm…pasti ini semua gara-gara semalem mikirin soal yang kemaren ya?”Goda Icha

“Aduh…please deh jangan ngomongin itu lagi.aku pusing nih”

“Iya deh,maaf”

Gila,baru kali ini aku ikut ulangan nggak bisa sama sekali.Semua soal yang ada didepanku terasa asing diotak,padahal biasanya aku bisa mengerjakan beberapa soal ulangan walaupun tanpa belajar.Tapi ini,rasanya otakku mulai error,gara-gara terkena virus cintanya Aldo.Kenapa semalam aku nggak belajar dan kenapa aku harus memikirkan Aldo terus semalam.Parahnya lagi,aku nggak bisa nyontek sama Icha gara-gara gurunya yang lumayan killer.Alhasil,dari 10 soal aku cuma menjawab 5 soal dan belum tentu itu jawabannya benar semua.

Saat istirahat tiba,kulihat Aldo sudah ada didepan kelas.Sontak hati yang tadi kesal gara-gara nggak bisa mengerjakan soal ulangan dan kena marah gara-gara lupa nggak mengerjakan PR,kini berubah menjadi senang setelah melihat seulas senyum dari Aldo.Semuanya terasa mencair,hati juga terasa deg-degan.

“Assalamualaikum”Sapa Aldo dengan sebuah salam

“Waalaikum salam”Jawabku dengan seulas senyum

“Hmm…kamu sibuk?kalau nggak sibuk aku mau mengajak kamu kekantin”

“Kebetulan aku juga mau kesana”

“Ya sudah,ayo kita sama-sama kesana”

Akhirnya aku mau pergi bersama Aldo kekantin.Dari semalam aku telah memikirkan untuk mengenal lebih dekat dengan dia.Karena itu aku mau diajak kekantin bersama dia.

Semenjak peristiwa penembakanku oleh Aldo,aku sering mendengar kata-kata yang nggak mengenakkan ditelingaku.Terutama dari cewek-cewek yang suka sama Aldo.Mungkin mereka pada iri melihat aku yang bisa ditembak sama Aldo.Tapi aku sendiri tak merasa risih,selama mereka tidak menggangu ketenanganku disekolah.

Dua minggu telah berlalu.Dan aku masih belum memberi dia sebuah jawaban atas penembakan waktu itu.Walaupun begitu Aldo tak henti-hentinya mendekati aku.Sebenarnya aku masih bingung,keluarga aku tidak mengijinkan aku untuk berpacaran.Belum lagi Bunda dan ayah yang over protektif mengenai hal ini.Mana mungkin aku dapat persetujuan dari mereka.Buktinya kak Zaki yang ketahuan sudah mempunyai pacar,langsung bertunangan dan setelah lulus kuliah nanti akan langsung menikah.Dan sekarang kak Zaki masih mengurusi skripsinya saja.Mungkin tujuan Bunda dan Ayah melakukan hal ini supaya tidak ada kata main-main dalam urusan percintaan masa muda yang masih labil.Namun nafsu dijiwa mengatakan aku suka Aldo.Dan aku mau jadi pacarnya.Mungkin nggak ya,Bunda dan Ayah mau merestui hubungan kita berdua nantinya.

“Gue heran ya,cewek kayak loe bisa disukai sama Aldo.Apa sih kelebihan loe dari gue.Padahal,gue lebih cantik dari loe.”Tukas Priska,cewek yang menurut anak-anak tercantik satu sekolah

“Tanya saja sama Aldo.Jangan sama aku?”Jawabku

“Loe tahu nggak,kalau gue ini sudah lama gebet Aldo.Tapi loe,tiba-tiba aja main nyerobot aja”

“Bukannya Aldo yang duluan nembak aku,jadi bukan salah aku dong”

“Harusnya Aldo sekarang jadi cowok gue bukan cowok loe.nyadar nggak sih loe,loe itu nggak pantas sama Aldo”

“Kita sama,sama-sama manusia bukan,kalau seandainya aku bukan manusia mungkin aku akan sadar kalau aku nggak pantas sama Aldo”

“Loe….?”

“Apa?Sudahlah,aku mau pergi”Ujarku yang kemudian pergi meninggalkan Priska didalam toilet.

Hingga suatu hari,saat aku pulang bersama Aldo.Dia mulai menanyakan jawaban yang sampai saat ini belum aku jawab.

“Ana,aku mau tanya sesuatu sama kamu”Ujarnya padaku

“Apa?”Tanyaku padanya

“Hmm…Mengenai hubungan kita,jadi bagaimana selanjutnya?”Tanyanya meminta kepastian padaku

Aku menghela nafas panjang.Kucoba memantapkan dalam hati dengan membaca basmallah.Akupun mengangguk pelan.

“Aku mau”Jawabku padanya

“Apa?Yang bener?”Tanya Aldo yang memastikan jawabku tadi

“Aku mau jadi pacar kamu!”

“Makasi ya Allah.Aku sayang sama kamu”

Akhirnya aku resmi jadian sama cowok yang disukai banyak cewek-cewek  satu sekolah.Aku tak peduli dengan ancaman serta omongan anak-anak mengenaiku.Yang jelas,aku bahagia bisa merasakan yang namanya jatuh cinta.Aku percaya Bunda dan Ayah pasti mau merestui kita berdua nanti….

 

*  *  *

 

♫Rahasia 14 tahun yang lalu…

 

Mungkin kata orang memang benar,kalau cinta itu gila dan bikin buta segalanya. Yang ada dunia ini terasa hanya milik kita berdua.Lupa dunia,bahkan lupa akan tuhan…Begitu juga denganku,sedikit demi sedikit aku mulai meninggalkan yang namanya sholat,hanya karena aku ingin bersama Aldo terus.Akupun juga nggak marah saat Aldo berani memegang tanganku.Padahal dulu aku paling anti kalau cowok memegang tanganku.Tapi kini hal itu sudah nggak berarti lagi sama Aldo.Hingga suatu hari ada adik kelas yang datang menemuiku…..

“Kak Ana,bisa bicara sebentar nggak?”Tanya Safira,adik kelasku yang ikut rohis disekolah

“Hmm…Mau ngomong apa ya?”

“Hmm…kita bicaranya jangan disini kak,kita bicara di Musholla sekolah saja ya?”

“Ya…udah,ayo”

Kita berduapun akhirnya pergi menuju Musholla sekolah.

“Hmm…Begini kak,Safira hanya mewakili sebagian anak-anak saja”Ujarnya yang sedikit basa-basi

“Sudah,kamu mau ngomong apa?”Tanyaku yang tak sabaran

“Hmm…ini masalah kak Ana yang berpacaran sama kak Aldo”

“Kenapa memangnya?”Tanyaku penasaran

“Rasanya kak Ana nggak pantas saja berpacaran sama kak Aldo”

“Iya, kenapa?Alasannya apa kamu bicara seperti itu?”Tanyaku lagi yang sedikit kesal denga pernyataan Safira tadi

“Kakak nggak akan marahkan sama Safira?”

“Iya tapi cepat?”

“Hmm..kakakkan pernah jadi ketua exkul rohis,kak Ana juga yang selalu membimbing kami untuk mengikuti ajaran agama yang benar,tapi sekarang kakak…”

Aku terdiam

“Mungkin…boleh saja kakak berpacaran sama kak Aldo tapi kakak jangan melampaui batas yang ada.Kakak juga sekarang jarang terlihat ikut sholat berjamaah seperti dulu lagi atau saat istirahat sekolah untuk menunaikan sholat Dhuha seperti dulu lagi.Kita semua yang ikut exkul rohis sekarang ingin kakak kembali seperti dulu lagi”Jelas Safira

“Fira,maaf ya…untuk masalah ini biar kakak yang menanggung semua dosanya.Kalian nggak perlu merasa bersalah karena kalian sudah mengingatkan kakak.Kakak masih ingin menikmati semua ini”

“Tapi kak?”

“Sudahlah ini masalah kakak,kamu jangan ikut campur dengan semua ini”Jawabku sambil bangkit dari lantai musholla

“Tapi kak?Safira nggak mau kakak berubah”

“Aku tahu,kamu dan yang lainnya irikan melihat aku yang punya pacar idaman semua cewek disekolah ini”Jawabku yang sedikit menuduh Safira

“Enggak,Safira hanya…”

“Hanya apa?Sudahlah,kamu nggak perlu ikut campur dengan masalah ini”Ujarku yang kemudian pergi

Kenapa sih,mereka nggak senang melihat kebahagiaanku. Mungkin mereka iri padaku karena akulah yang telah dipilih oleh Aldo sebagai pacarnya.

“Ana,bunda mau bicara sama kamu”Ujar Bunda yang terlihat marah besar denganku

“Ada apa Bun?”Tanyaku heran

“Bunda tadi dapat telpon dari wali kelas kamu.Katanya nilai ulangan kamu turun drastis,hancur sekali untuk semua mata pelajaran.Kamu ada masalah An?”Tanya Bunda dengan nada tinggi

“Enggak ada kok Bun”

“Lalu kenapa nilai ulangan kamu bisa jelek begitu?Kamu pacaran?”Tanya Bunda yang membuatku kaget mendengarnya

“Enggak,kata siapa Ana pacaran?”Jawabku ngeles

“Bu Prima juga bilang,kalau ada seorang cowok yang suka sama kamu dan dia menyatakan cintanya dimuka umum”

“Ya….emang benar sih Bun,ada yang suka sama Ana,tapi Ana nggak suka dia kok.Dan Ana nggak pacaran sama dia”Jawabku bohong

“Bunda ingatkan ya,kamu sudah kelas tiga,kamu harus rajin belajar.Kalau nilai kamu terus-terusan begini,kamu bisa nggak lulus.Apa kamu mau tercatat sebagai Siswa yang nggak lulus tahun ini”Ujar Bunda yang mengingatkanku

“Mana ada yang mau nggak lulus sekolah Bunda…”

“Bagus kalau begitu.Oh ya,sepulang sekolah kamu kemana saja?Bunda lihat kamu sering pulang sore”Tanya Bunda sekali lagi

“Hmm…ya tergantung Bun,kadang hang out sama teman-teman,kadang juga belajar bersama teman-teman kalau ada tugas kelompok”Jawabku sekali lagi dengan kebohongan

“Belajar?Bunda jadi curiga kalau kamu pacaran”

“Bunda…?”

“Kalau kamu belajar kelompok,pasti nilai kamu nggak akan jelek begitu.Dan satu hal lagi,biasanya kalau kamu mau pergi kemana saja,mau belajar kelompok atau pergi bareng teman-teman kamu selalu izin sama Bunda.Tapi sekarang….?”

Aku terdiam

“Jadi benar semua itu.Bunda kecewa sama kamu Ana.Bunda kecewa,kamu sudah membohongi Bunda,kamu sudah melunturkan kepercayaan Bunda selama ini.Ya sudah,kamu kembali kedalam kamar,ganti baju kamu dulu.Kita bicarakan masalah ini nanti saja!”Pinta Bunda yang terlihat kesal padaku

“Iya bun…”Jawabku lirih

Rasanya aku ingin menagis,baru pertama kalinya aku melihat Bunda yang marah besar karena aku sudah berani berbohong didepannya.Masa pacaranku juga masih menginjak satu bulan,tapi akibat yang diterimanya cukup besar.Semua nilai ulanganku anjok bahkan aku jadi lebih sering nggak mengerjakan PR hanya karena tiap malam aku selalu menelfon Aldo.Tapi,kalau aku disuruh untuk putus dengannya aku juga nggak mau,karena aku sayang banget sama dia.Aku nggak mau putus……

Malam ini Ayah dan Bunda sedang membicarakan masalah nilaiku yang anjlok.Dan akhirnya diputuskan kalau aku harus ikut les tambahan dari orang yang telah dipercaya Ayah dan Bunda.Dan konsekwensinya aku jadi nggak bisa jalan bareng sama Aldo sepulang sekolah.Kecewa sih,tapi mau bagaimana lagi.Semester kemarin aku masuk lima besar.Dan semester depan….Aku nggak tahu lagi.Ujian Nasional juga tinggal dua bulan lagi.Lalu kalau aku begini terus,bisa-bisa aku memang nggak lulus sekolah.

Keesokan harinya…

Aku pulang sekolah,aku diantar sama Aldo.Sebenarnya aku nggak mau diantar sama dia.Aku takut Bunda tahu kalau aku diantar sama cowok.Apalagi kalau sampai tahu Aldo itu pacarku,pasti semua jadi kacau.Tapi karena aku masih kangen sama dia,akhirnya aku mau juga diantar sama dia.

“Assalamualaikum”Salamku saat memasuki rumah

“Waalaikum salam.Itu anak tante yang sudah pulang”Tukas Bunda

Kulihat seorang laki-laki yang sedang mengenakan kacamatanya tersenyum kearahku.Dan akupun membalasnya dengan senyuman sinis.

“Ayo Ana cepat kesini.Bunda mau kenalkan kamu dengan guru privat kamu.Kenalkan ini Firman,sekarang dia sudah memasuki semester empat jurusan fisika.Dia juga menjabat sebagai asisten dosen.Sebentar lagi dia akan menjadi dosen,ah enggak profesor”

“Amin,tapi tante ini berlebihan.Firman nggak sehebat itu tante”Jawabnya yang terlihat malu-malu

“Ah,nggak apa-apa,Ana ayo cepat kenalan”

“Ana Assidiqia putri”Ujarku sinis

“Firman Al-Faruqi”

“Jadi tante kapan kita mulai belajarnya?”Tanyanya pada Bunda

“Kamu jangan tanya tante dong,kamu tanya sama yang bersangkutan ini”Jawab Bunda sambil menyenggolku dengan sikunya

“Tunggu sebentar Ana mau ganti baju dulu”Jawabku yang kemudian pergi

“Cepat ya sayang!”Pinta Bunda

Kenapa sih,Bunda terlihat senang dengan cowok itu.Apa seperti dia mantu idamannya?Aku jadi bete mendengarnya. Apalagi saat Bunda bilang kalau dia jadi asisten dosen.Aku juga bisa jadi asisten dosen,nggak cuma dia saja.Gerutuku dalam hati

Akhirnya akupun turun dari lantai dua.Kulihat Bunda dengan cowok yang bernama Firman itu terlihat sangat akrab sekali.Malah mereka sempat tertawa segala.Apa Bunda memang sudah kenal dekat dengan dia ya….

“Uhuk….Uhuk…Uhuk….” Aku pura-pura batuk

“Ini dia yang ditunggu dari tadi.Firman tolong ya,ajari anak tante ini yang sudah mulai error”

“Ah tante ada-ada saja”

“Jadi kapan nih belajarnya di mulai?”Tanyaku dengan nada ketus

“Ya sudah kita mulai”

Akhirnya diapun mulai mengajariku.Aku sendiri bosen mendengarkan dia yang mengoceh nggak jelas begitu.

“Kamu sudah mengerti?”Tanyanya padaku

“Iya…”

“Baik kalau begitu kamu jawab beberapa soal yang sudah aku buat sebelumnya”

“Hah?e….Iya…”Jawabku sambil mengangguk pelan

“Ini kerjakan yang benar ya”

Yang benar saja,masak aku harus mengerjakan soal-soal ini.Padahal tadi aku sama sekali nggak mendengarkan dia yang sedang mengoceh.Aku tadi hanya fokus sama HP dan membaca SMS dari Aldo.Jadi semua rumus-rumus yang ada dalam otakku hanya ada empat huruf ‘ALDO’.Dengan terpaksa akupun mengerjakan soal-soal yang diberi tadi dengan rumus dan jawaban yang asal-asalan.Dan dipastikan semua jawabanku itu salah semua.

“Nih sudah selesai”Kataku sambil memberikan secarik kertas yang sudah ada jawabannya

“Udah?”Tanyanya memastikan

Baru saja aku menyerahkan lembar jawabanku padanya dan beralih pada HP,tiba-tiba saja dia bilang semua jawabanku salah semua.

“Bodoh,ini salah semua”Ujarnya

“Apa?”Aku melotot

“Salah semua nggak ada yang bener.Sebenarnya kamu tadi mendengarkan aku nggak sih?”

“Tentu saja aku dengar,memangnya aku tuli apa?”

“Siapa bilang kamu tuli,masak soal seperti ini saja nggak bisa.Anak SD juga bisa mengerjakan soal yang seperti ini”

“Kamu meremehkan aku ya?Enak saja aku disamakan dengan anak SD.Lagipula anak SD juga nggak ada pelajaran Fisika,mana mungkin mereka bisa mengerjakan soal yang seperti ini”

“Kalau mereka diajari juga bisa,nggak seperti kamu yang pada saat diajari hanya fokus yang namanya HP”

“…??”Aku nyengir

“Kamu kira aku nggak tahu kalau kamu daritadi cuma baca SMS dan nggak sekalipun kamu dengar penjelasan aku?”

“Namanya juga anak muda.Nggak salah dong?”

“Jadi kamu masih mau melanjutkan untuk belajar atau tidak?”

“Kamu sengaja ya bicara keras-keras,biar aku dimarahi sama Bunda?”

“Ya sudah,kamu baca dulu buku kamu,dan HP kamu aku sita.Sini!”Ujarnya sambil mengambil handphone yang aku pegang

“Mau diapain handphoneku? Kamu mau memata-mataiku ya karena aku sudah punya pacar apa belum?Pasti Bunda dibelakang semua ini”

“Aku nggak akan utak-atik HP kamu,aku hanya menjauhkannya dari kamu supaya kamu bisa fokus sama yang namanya belajar.Bukannya kamu dua bulan lagi akan menghadapi unas.Kalau kamu terus-terusan begini,bisa-bisa kamu nggak lulus”

“Kenapa sih semua orang mengancam aku nggak lulus.Akukan nggak bodoh,tentu saja aku akan lulus”Jawabku asal

“Kalau begitu jawab yang benar dan jangan fokus dengan Hand phone ini ngerti!”

“Dasar, cerewetnya minta ampun”Kataku lirih

“Kamu tadi bilang apa?”Tanyanya

“Nggak,aku mau baca dulu”

Akhirnya akupun mulai membaca buku bacaan,walaupun sesekali handphoneku berbunyi.Hingga akhirnya orang resek itu mematikan handphoneku.Dengan terpaksa akupun berusaha untuk fokus dengan buku bacaanku.Setelah selesai membaca,aku sedikit mengerti dengan soal-soal yang diberikan padaku tadi.Rupanya aku memang kurang membaca materi pelajaran.Makanya semua soal terasa susah diotakku ini.Pantas saja aku jadi objek pelawakan anak kuliahan satu ini.

“Nih,dijamin semua jawabanku benar”Kataku sambil memberikannya jawaban soal yang dia berikan

“Masih ada yang salah”Jawabnya usai menerima lembar jawabanku

“Memangnya kapan kamu sudah menghitung jawabanku apa?”

“Namaku Firman,bukan kamu”

“Iya terserah”

“Itukan aku yang buat soalnya,jadi kenapa aku harus pusing menghitungnya.Rumusnya saja salah,apalagi hasil jawabannya”

“Sial”Umpatku lirih

“Kamu tadi bilang apa?”

“Enggak,jadi nomer berapa yang salah”

“Nomer empat.Kerjakan yang betul”

“Iya cerewet amat sih”

Setelah cukup lama berfikir untuk mengerjakan soal nomer empat di tambah dengan membaca ulang buku bacaan tapi hasilnya nihil.Aku nggak bisa menjawabnya.

“Aku menyerah,aku nggak bisa”

Sial,aku malah dikacangin sama cowok menyebalkan ini.

“Woi,hello…….ada orang nggak sih?”Teriakku padanya

“Apa?aku dengar kok kamu ngomong”Ujarnya yang masih fokus dengan buku yang dibacanya

“Memangnya kamu baca apa sih?serius amat”Tanyaku yang membuatku jadi penasaran

“Nggak penting.Jadi kamu sudah menyerah?Masak soal seperti itu kamu nggak bisa,bodoh.Sini lihat dan dengar yang bener,kalau perlu pastikan dulu otak kamu sudah terpasang apa belum?”

“Hahaha…Nggak lucu deh”

Dengan penuh kesabaran,diapun mulai mengajariku lagi.Walaupun sesekali dia selalu mengejekku seenaknya saja.

“Jadi bagaimana,sudah mengerti belum?”

“Dikit”

“Ya sudah kalau begitu,kamu kerjakan soal yang hampir sama dengan yang ini”

“Lagi?”

“Iya lagi,memangnya kamu sudah mahir apa?”

Akhirnya tiga jam sudah aku berkelut dengan yang namanya soal-soal Fisika.Rasanya otak ini sudah terkuras habis karena sudah mengerjakan soal-soal Fisika yang nggak sedikit.

“Tante saya pamit dulu”

“Lho,tante sudah selesai memasak buat makan malam.Ayo kamu juga ikut kita makan malam dulu”

“Terima kasih tante. Takutnya  nanti pulangnya jadi kemalaman.Bisa-bisa mama jadi khawatir lagi”

“Ya sudah lain kali kamu harus ikut makan malam.Oh ya,sampaikan salam dari tante dan om buat mama papa kamu ya”

“Iya pasti nanti saya akan sampaikan tante.Saya permisi dulu tante,Assalamualaikum”

“Wa’alaikum salam”

Akhirnya orang yang sok pintar ini pulang juga.Rasanya aku lega sekali lihat dia pulang meninggalkan rumah.

“Bunda,kayaknya Bunda tahu banget dia ya?”

“Firman”

“Iya Firman,Bunda tahu keluarganya ya?”

“Tentu saja Bunda tahu,mama papanya adalah teman baik Ayah dan Bunda dari kecil”

“Dari kecil?”

“Setelah menikah dan dikaruniai kalian berdua,Ayah dipindahkan ke Medan dan kamu tahukan kita kembali lagi kesini”

“Kenapa sih Bun,Ana harus belajar sama dia,dia itu nyebelin bun resek pula”Keluhku pada Bunda

“Firman?”

“Iya dia itu sangat menyebalkan bun”

“Tapi dulu kalian berteman akrab.Malah kalau kamu dulu sering diganggu sama kakak kamu pasti kamu minta perlindungan darinya”

“Masak sih bun?”

“Kalau kamu nggak percaya ya sudah,yang jelas dulu kamu sering nangis kalau Firman mau kembali kerumahnya,hingga akhirnya kamu pernah menginap kerumahnya”

“Tapikan itu dulu bun,bukan sekarang.Yang benar tuh sekarang dia nyebelin…banget”

“Bunda nggak mau tahu yang jelas bunda sudah percaya sama dia.Mungkin kamunya saja yang nggak mau menurut sama dia.Makanya dia jadi sering mengejek kamu”

“Tapi Bun?”

“Nggak ada tapi-tapian”

Memang sih,aku nggak bisa terima dengan alasan bunda yang lebih memilih cowok sombong yang super menyebalkan itu untuk memberi les privat padaku,cuma karena dia adalah teman baik Ayah dan Bunda.Kenapa aku nggak masuk saja pada bimbingan belajar yang terpercaya.Kalau begitukan aku jadi nggak makan hati terus sama cowok itu.

Keesokan harinya…

“Pagi sayang”Sapa orang yang aku rindukan pagi ini

“Pagi”

“Ntar pulang sekolah hang out bareng yuk!”Ajak Aldo

“Maaf,aku nggak bisa”

“Kenapa?”

“Aku sekarang ikut les dirumah”

“Kenapa harus ikut les segala sih,Sudah lupakan saja itu.Gimana kamu maukan?”

“Mau sih,tapi aku takut sama Bunda.Ntar kalau Bunda marah bagaimana?”

“Cuma hari ini saja kok sayang,kamu bilang saja hari ini ada pelajaran tambahan jadi pulangnya kesorean”

“Tetap saja aku nggak enak sama Bunda kalau berbohong”

“Ya….gimana dong,padahalkan aku mau mengajak kamu untuk mencari kado ulang tahun sepupuku besok”

“Hmm….Bagaimana ya”

“Hmm…Aku janji deh,kita cuma sebentar.Setelah dapat kado yang cocok kita langsung pulang.Gimana,mau ya?Please”

“Ya sudah deh tapi janji ya jangan kesorean”

“Iya janji”

Akhirnya sepulang dari sekolah akupun langsung pergi berdua bersama Aldo.Awalnya memang cuma sebentar,tapi mungkin karena sudah buta dengan yang namanya Cinta.Makanya aku jadi lupa dengan kesepakatan awal tadi.Hingga akhirnya Bunda menelfonku…..

“Assalamualaikum Bun!”

“Wa’alaikum salam,Ana kamu kemana saja jam segini belum pulang.Trus kenapa tadi Bunda telfon berkali-kali tapi nggak diangkat-angkat,malah sempat dimatikan lagi?”

“Hmm…Maaf Bun,mungkin itu teman-teman Ana yang iseng Bun matiin Hp Ana.Sekarang ini Ana sedang mengerjakan tugas kelompok bareng teman-teman”

“Kenapa kamu tidak telfon Bunda.Lihat kasihan Firman yang sudah dari tadi menunggu kamu pulang nggak datang-datang.Pokoknya kamu harus pulang sekarang,selesai atau tidak selesai tugas kamu,kamu harus pulang.Mengerti!”

“Iya Bun,Ana akan pulang sekarang”

“Ya sudah, Assalamualaikum”

“Wa’alaikum salam”

Akupun menghela nafas

“Siapa An?”Tanya Aldo

“Bunda,kita harus pulang.Bunda sudah marah besar sama aku”

“Maaf ya sayang,gara-gara aku kamu jadi dimarahi sama Bunda kamu”

“Iya nggak apa-apa kok”

“Ya sudah kita pulang”

Sekitar jam tujuh malam aku sudah sampai di rumah.

“Makasih ya Do,sudah diantar kerumah.Maaf kalau kamu nggak bisa masuk,takut Bunda marah”

“Iya nggak apa-apa,aku ngerti kok. Maafin aku juga ya,gara-gara aku kamu jadi kena marah”

“Iya,hati-hati dijalan ya.Assalamualaikum”

“Wa’alaikum salam”

Saat aku baru melewati pagar rumah,kulihat Bunda sudah ada didepan pintu dengan mimik wajah yang penuh curiga.

“Bunda…E…Assalamualaikum”

“Wa’alaikum salam.Siapa dia?”Tanya Bunda ketus

“Teman Ana bun”

“Kok pakai acara diantar kerumah segala?”Tanya Bunda sekali lagi dengan penuh curiga

“Eh,,,bukan Ana saja kok yang diantar sama dia,yang lainnya juga diantar.Cuma Ana saja yang terakhir karena rumahnya paling jauh.Tadikan Bunda telfon dan menyuruh Ana untuk cepat pulang.Jadi semuanya pada pulang karena nggak enak tadi sudah mematikan handphone Ana”

“Ya sudah kamu mandi dan ganti baju dulu,nanti Ayah dan Bunda mau bicara sama kamu”

Aku sih nggak tahu apa yang mau dibicarakan Ayah dan Bunda nanti,tapi sepertinya Bunda serius mau membahas kejadian hari ini.

“Malam yah,Bun”

“Duduk dulu!”Pinta Ayah

“Ayah sama Bunda mau bicara apa?”Tanyaku penasaran

“Bunda tadi sudah telfon teman sebangku kamu Icha,katanya nggak ada tugas kelompok hari ini.Kamu membohongi Ayah dan Bunda ya?”Jelas Bunda

“Ha?enggak kok Bun,Ana nggak Bohong”Jawabku yang masih ngeles

“Kalau pacar?”

Akupun terdiam.mana mungkin Icha tega bilang kalau aku pacaran sama Aldo dan pergi bareng hari ini.

“Ana,kamu sudah tahu bukan kalau Ayah dan Bunda tidak pernah menyetujui kamu untuk berpacaran?”Ujar Ayah

Suasana rumah menjadi hening.

“Sebenarnya kami mau membicarakan hal ini setelah kamu lulus kuliah,tapi kamu terlalu seringnya membohongi Ayah dan Bunda maka kami bicarakan hal ini lebih cepat.Dulu 14 tahun yang lalu kamu sudah kita nikahkan dengan seorang anak laki-laki”Ujar Ayah yang membuat aku terkejut

“Apa?Ayah pasti bercanda.Kalau 14 tahun yang lalu berarti Ana masih kecil dan belum cukup umur untuk menikah”

“Ana,apa yang dikatakan Ayah kamu benar.Kamu sudah kami nikahkan dengan seorang pemuda”

“Ayah dan Bunda bilang begini hanya karena Ayah dan Bunda nggak maukan Ana berpacaran?Lagipula mana ada menikah diusia dini”

“Kamu kita nikahkan secara sirih,mungkin lebih tepatnya kamu kawin gantung.Memang secara agama kamu halal dengan laki-laki itu tapi secara hukum kamu kamu masih belum sah”Jelas Ayah

Aku terdiam

“Ana,kita disini bukan berkata bohong sama kamu.Memang kawin gantung memang belum cukup dikenal,tapi tujuan semua ini agar kamu halal jika kamu berpacaran dengan dia.Bunda dan Ayah hanya memperbolehkan kamu berpacaran dengan dia, karena kamu sudah halal.Tapi kalau dengan pacar pilihan kamu,Ayah dan Bunda tidak mengizinkan itu semua sebelum ada kesepakatan antara kamu dan suami sirih kamu untuk rencana selanjutnya”

“Ya sudah, nikahkan sirih saja Ana dengan pilihan Ana,orang yang Ana cintai”Jawabku dengan sedikit nada tinggi

“Apa?”Ujar Ayah dengan nada tinggi

“Ana,ini nggak semudah yang kamu pikirkan”Tukas Bunda

“Pokoknya Ana masih belum terima semua ini.Ayah dan Bunda pasti cuma menakut-nakuti Ana bukan?”Jawabku sekali lagi

“Terima atau tidak,kamu harus terima kenyataan yang telah terjadi”

 “Tapi yah,ini bukan jaman Siti Nurbaya lagi.Ana bisa memilih orang yang Ana cintai sendiri,bukan pilihan Ayah dan Bunda”

“Ana,kami lakukan hal ini demi kebaikan kamu sendiri. Bunda nggak mau jiwa muda kamu yang membara itu membuat kamu salah jalan hingga terjadi perzinaan antar kamu dengan orang yang kamu cintai nanti”

“Ana memang belum tahu banyak tentang agama,tapi nggak kayak seperti ini Bunda dan Ayah menentukan kehidupan Ana mendatang,karena Analah yang akan menjalaninya bukan Ayah dan Bunda”Ujarku dengan mata yang mulai mengeluarkan cairan hangat dari kedua sudut mataku

Akupun pergi meninggalkan Ayah dan Bunda.Walaupun Ayah berulang kali memanggilku.

Kurebahkan tubuhku diatas ranjang.Bulir-bulir air matakupun mulai mengalir dengan derasnya. Aku berharap semua ini hanya sebuah kebohongan semata dari Ayah dan Bunda,agar aku tidak pacaran.Ku lihat disampingku ada album foto yang belum pernah aku lihat. Akupun membuka album foto itu,didalamnya banyak foto-fotoku waktu masih kecil bersama seorang anak laki-laki yang tak ku kenal.Apalagi suasana dalam foto itu memang dalam suasana pernikahan.Mungkinkah anak laki-laki ini yang dimaksud oleh Ayah dan Bunda.

Meskipun begitu aku masih belum terima dengan semua ini.Ini abad 21 bukan jamannya Siti Nurbaya yang dijodohkan sama orang tuanya atau harus menikah muda lagi.

Malam ini aku hanya bisa menangis dan menangis,walaupun semua itu nggak ada gunanya lagi…

 

*  *  *

 

 ♫ Kegilaan Dunia…..

 

“Hah?Loe nggak bercandakan?”Ujar Icha yang terkejut usai mendengar ceritaku

“Aku serius cha.Awalnya aku memang nggak percaya sama seperti kamu,tapi setelah aku kekamar ada sebuah album foto dan semuanya itu ada foto aku sama anak laki-laki dan itu bukan fotonya kak Zaki”Jelasku pada Icha

“Hmm…sorry ya,coba kalau kemarin aku menjawab telfon dari nyokap loe,loe lagi mengerjakan tugas kelompok.Pasti nggak begini jadinya”Ujar Icha yang sedikit menyesal

“Nggak apa-apa kok”

“Trus bagaimana dengan Aldo?”Tanya Icha

“Aku nggak tahu cha,aku pusing memikirkannya.Semalaman aku menangis memikirkan masalah ini.Aku sayang sama Aldo, aku juga Cinta sama dia tapi,aku nggak tahu lagi harus bagaimana”

“Ya sudah, loe tetap jalan saja sama Aldo.Kalau menurut gue sih,Ayah sama Bunda loe paling cuma menakut-nakuti loe doang, mereka khawatir loe itu nantinya salah jalan.Makanya mereka bilang begitu”

“Mungkin juga sih,tapi…”

“Kamukan pernah bilang sama aku ‘Cintailah seseorang sekedarnya saja,karena suatu hari nanti orang yang kamu cintai menjadi orang yang kamu benci.Dan Bencilah seseorang sekedarnya saja,karena suatu hari nanti orang yang kamu Benci menjadi orang yang kamu Cintai.Ingat nggak An?”Ujar Icha yang mengulang perkataanku dulu saat Icha sedang patah hati

“Apa hubungannya cha?”

“Ada dong,loekan Cinta bangetka sama Aldo.Mungkin saja,someday loe jadi benci sama dia.Karena kita nggak tahukan umur,rezeki dan jodoh kita.Jadi intinya loe sekedarnya saja cinta sama Aldo”Nasehat Icha

Akupun hanya terdiam mendengar Icha yang sedang komentar

“Ya sudahlah Cha,biarkan saja semuanya mengalir.Tapi aku minta satu hal sama kamu.Kamu jangan bilang masalah ini sama Aldo”

“Iya gue janji tenang saja.Kamu yang sabar ya”

“Iya,thank’s ya sudah dengar cerita dari aku”

Selama pelajaran rasanya aku ingin cepat-cepat pulang.Pelajaran kali ini rasanya mencekikku.Ini semua gara-gara masalah kawin gantung itu,aku jadi serba salah didalam kelas.

“Assalamualaikum”Salamku sebelum masuk rumah

“Wa’alaikum salam”Jawab seseorang dari dalam rumah

“Sudah pulang?”Tambahnya lagi

“Bunda mana?”Tanyaku sinis

“Tante tadi keluar,katanya ada yang perlu dia beli.Oh ya,ganti bajunya yang cepat ya.Aku tunggu disini”Ujarnya sambil membaca buku yang ada dihadapannya

Siapa dia main suruh begitu saja.Akupun tak segera turun,tapi malah asyik-asyikan SMS-an sama Aldo.Hingga akhirnya aku merasa haus.Dengan terpaksa akupun turun untuk mengambil air minum.

“Lama juga ya dandannya”Tukasnya tanpa mengalihakn pandangannya dari buku bacaan yang dia pegang

“Aku kira sudah pulang, maaf aku ketiduran”Jawabku seenaknya saja

“Ya sudah kita mulai pelajarannya.Sekarang waktunya Kimia bukan?”Tanyanya yang memastikan pelajaran yang akan ku pelajari

“Bentar,aku ambil buku dulu”

Akupun akhirnya mengambil buku.Rasanya malas dan masak bodoh sama cowok yang satu ini.Ah,kenapa harus dia sih.

“Sudah mengerti?”

“Sudah”jawabku singkat

“Ya sudah kerjakan soal ini”Pintanya yang kemudian melanjutkan membaca bukunya

“Selalu saja mengerjakan soal.Memangnya nggak ada acara yang lain apa?”Gumamku lirih

“Kamu tadi bilang apa?”Tanyanya tanpa melihatku

“Hmm…enggak. Cuna mengerjakan soal inikan?”

“Ya sudah buruan kerjakan!”

Kenapa sih dia nggak bisa bersikap manis sedikit saja.Paling nggak dia kasih senyum atau nada bicaranya di turunkan sedikit saja,biar rasa sebelku padanya berkurang dan aku bisa jadi bersemangat untuk belajar.

“Bagaimana?Bisa?”Tanyanya sambil membaca buku yang dia pegang

“Sedikit lagi”

“Jawab yang benar, biar aku nggak capek-capek lagi menerangkan”Tukasnya

“Nih,pasti semua jawabannya benar.Yakin deh”

“Masih salah”

“Apa?”

“Nomor lima salah.Kamu ini bagaimana sih,sudah dijelaskan masih saja salah.Bodoh”

“Bisa nggak sih,kamu nggak bilang aku bodoh”

“Memang iyakan?Buktinya kamu nggak bisa mengerjakannya”

“Kalau aku bisa pastinya Bunda nggak akan minta bantuan kamu”

“Firman”

“Iya Firman.Puas!”

“Nggak sopan banget,panggil kakak dong”

“Lama-lama kamu itu selain menyebalkan juga cerewet ya”

“Yang cerewet itu kamu.Soal seperti ini saja nggak bisa,bawelnya minta ampun”

“Ya sudah terserah siapa yang cerewet,to the point aja jelasinnya”

“Maksa ya”

Semenjak aku ikut les dengan orang yang super menyebalkan ini plus ditambah jadwal bimbingan tambahan dari sekolah membuat intensitas pertemuanku dengan Aldo jadi berkurang. Bahkan bisa dibilang jarang, biarpun aku berada dilingkungan sekolah. Alhasil,aku hanya bisa telfon atau SMS-an doang.Tiga kali dalam seminggu aku harus menahan rasa sebalku pada cowok yang satu ini.Maka tiga kali pula aku harus menyiapkan mental buat telinga kesayanganku ini.

“Bodoh!”

“Bisa nggak sih, kalau kamu mengejek aku nggak perlu dengan kata-kata yang sarkasme plus dengan kata-kata yang super hiperbola itu?”

“Kamu?Bukannya aku pernah bilang kalau memanggil aku jangan dengan kata kamu.Memangnya berapa sih memori kamu itu?Untuk menampung sebuah nama saja nggak bisa”Ujarnya

“Tuhkan sarkasme lagi?”

“Enggak,perasaan tadi aku tadi lebih cenderung ke eufimisme”

“Kata-kata kamu itu tetap saja kedengarannya sadis”

“Namanya juga ejekan pasti juga sadis.Mana ada didunia ini orang mengejek kedengarannya nggak sadis”

“Kalau Ironi?”

“Pokoknya ejekan itu sama saja.Mau ironi atau apa kek itu semuanya niatnya mengejek”

“Tapikan lebih halus….”

“Terserah,jadi sekarang bagaimana?mau tetap lanjut belajar kimia atau bahasa Indonesia nih?Kalau kamu masih mau belajar Bahasa Indonesia,aku akan pergi.Biar aku langsung pamitan sama tante”

“Dasar cowok egois”

“Kamu tadi bilang apa?”

“Nggak ada.Ya sudah ayo lanjut”

Amit-amit kalau aku mempunyai suami seperti dia.Yang ada nantinya aku nggak bakal hidup tenang dirumah yang penuh dengan majas dan seringnya berantem dirumah.Semoga saja setelah aku lulus nanti aku nggak bakal bertemu dia lagi.

“Wah….kalian makin akrab saja ya?Bunda jadi senang melihatnya”Ujar Bunda sambil menaruh sepiring kue dan juga minuman

“Maksudnya?”Tanyaku heran

“Ya,Bundakan nggak perlu pusing-pusing lagi mencarikan guru privat yang lain”Jawab Bunda yang sedikit aneh

“Bunda fikir,Ana betah apa les sama orang yang menyebalkan seperti dia”Jawabku sambil melirik cowok yang super menyebalkan ini sekilas

Tapi Bunda malah tersenyum saat mendengar jawabanku tadi

“Sudah-sudah kalian makan dulu.Ini kue buatan tante lho Firman,special buat kamu”Ujar Bunda pada Firman

“Terima kasih tante,Firman jadi merepotkan tante saja”

“Tante nggak masalah kalau direpotkan sama kamu.Ya sudah tante tinggal dulu ya.Kalian lanjutkan belajarnya”

Aku jadi makin benci saja dengan cowok ini,kenapa Bunda tadi harus bilang kue ini special buat dia.Kenapa nggak buat aku,padahal akukan sudah capek-capek belajar memeras otak.Tapi ini,,,

Malam ini siasisten dosen itu ikut makan malam dirumah. Kulihat semuanya pada akrab dengan yang namanya Firman ini.Bahkan sempat tertawa bersama.Dan sepertinya ada yang nggak beres dengan keluarga ini.Lalu kenapa hanya aku saja yang nggak bisa akrab dengan dia.

“Kak,aku mau ngomong nih”Kataku yang main masuk aja kedalam kamar kak Zaki

“Kamu buat kakak kaget saja,ketuk pintu dulu kenapa? Untung saja kakak tadi nggak sedang ganti baju”Gerutu kak Zaki

“Ya…maaf”

“Ya sudah kamu mau bicara apa?kakak sibuk banget”

“Iya, cuma sebentar saja kok”

“Iya apa?Serius amat sepertinya”

“Memang iya”

“Jadi apa yang mau dibicarakan?”

“Ana harap kakak mau bicara yang sesungguhnya.Kakakkan lebih tua dari kak Firman,pasti tahu dong semuanya tentang dia”

“Cie…Introgasi nih ceritanya?Ada apa nih?”Goda kakak

“Kakak jangan main-main,katanya nggak punya banyak waktu”

“Iyaya….Trus apa yang mau ditanyakan nih?”

“Yang Ana mau tanyakan cuma satu, seberapa dekat kak Firman dengan keluarga kita?”

“Keluarga Firmankan teman akrabnya Ayah dan Bunda. Pastinya dekatlah”Jawabnya yang sedikit kurang memuaskan

“Kalau itu Ana sudah tahu, tapi yang lainnya kak? Sepertinya tadi waktu makan malam kalian semua dekat banget,dan itu bukan hanya sekedar dekat tapi jauh lebih dekat”

“Maksudnya apa nih?Kakak kurang mengerti?”Ujar kak Zaki

“Ada yang kakak sembunyikan dari Ana ya?”

“Apa yang kakak sembunyikan dari kamu ?”

“Waktu Ana ketahuan pacaran Ana dimarahi karena Ana sudah dinikahkan dengan seseorang yang Ana belum kenal.Sikap bunda yang nggak setuju kalau Ana  dekat cowok manapun itu jauh berbanding terbalik kalau Ana yang sedang belajar dengan kak Firman.Memangnya kak Firman itu siapa?”Tanyaku

“Mungkin itu cuma perasaan kamu saja.Kakak bersikap sewajarnya saja kok”Jawab kak Zaki

“Mungikn bagi kakak itu wajar tapi Ayah dan Bunda?mereka nggak wajar.Apa jangan-jangan dia itu orang yang Ayah dan Bunda maksud itu.Laki-laki ynag kelak jadi suami Ana?”

“Kakak nggak tahu”

“Kakak bohong.Mana mungkin kakak nggak tahu tentang masalah ini.Ana tahu sekarang,kakak disuruh tutup mulutkan sama Ayah dan Bunda?”

“Ana kakak benar-benar nggak tahu.Kalau kamu ingin tahu,tanyakan saja pada Ayah dan Bunda.Tanyakan pula kenapa sikapnya yang kamu anggap lebih dengan Firman itu”

“Ok kalau begitu,terserah kakak nggak mau kasih tahu atau enggak.Ana akan cari sendiri”Jawabku yang kemudian pergi meninggalkan kamar kak Zaki

Akupun menagis didalam kamar.Aku yakin kalau ada yang disembunyikan kak Zaki dariku.Dan aku yakin kalau kak Firmanlah orang yang dimaksud Ayah dan Bunda waktu itu.

Siang ini aku sengaja mencari Aldo.Aku sungguh rindu dengan dia.Namun aku belum mendapati keberadaan dia.Hingga akhirnya aku melihat dia berada dikantin bersama Priska,cewek yang pernah melabrakku karena Aldo adalah gebetannya.

“Aldo”Panggilku dengan keras hingga membuat Aldo melepaskan tangannya dari Priska

“Sayang,sini duduk bareng kita!”

“Kamu sedang apa disini?”Tanyaku padanya

“Hmm…Ini kita sedang main ramal-ramalan.Kamu mau coba, kebetulan sepupuku kemarin mengajarkannya padaku”Jawab Aldo yang terlihat santai

“Nggak perlu, itu syirik namanya. Aku mau kekelas dulu”Jawabku kemudian pergi

“Sayang tunggu!Aku bisa jelasin semua”Ujar Aldo sambil mengejarku

“Nggak perlu dijelaskan lagi,semua sudah jelas bukan. Kamu tadi hanya main ramal-ramalankan?”

“Iya tapi kamu nggak marahkan?”

“Aku nggak marah.Aku cuma mau balik kekelas saja kok”

“Bener nggak marah?”

“Iya bener”

“Senyum dong”

Akupun mulai mengembangkan senyumku

“Puas?Ya sudah aku balik kekelas lagi ya”

“Ok.Love you”

“Love you too”

Padahal sudah jelas Aldo sedang berpegangan tangan dengan Priska.Tapi kenapa aku memaafkan dia begitu saja dan percaya begitu saja dengan alasan yang diberi oleh Aldo tadi.Belum lagi Aldo adalah gebetan Priska,otomatis dia akan melakukan segala cara agar bisa merusak hubunganku dengan Aldo,bahkan sampai putus.Tapi tetap saja aku nggak bisa membenci Aldo,aku terlalu sayang dengan dia dan aku telalu mencintainya.

Sepulang sekolah Aldo mengajakku untuk jalan bareng, karena kita sudah lama tidak jalan berdua.Meski ragu karena hari ini ada jadwal untuk les dirumah,tapi mengingat sikap kak Zaki kemarin yang menyembunyikan rahasianya.Akhirnya akupun mau jalan bareng Aldo.

Sudah lama aku tidak merasa sesenang ini.Apalagi semenjak aku ikut les dengan orang yang super menyebalkan itu.Mana sempat aku jalan bareng Aldo seperti ini.

Hingga akhirnya,saat aku dan Aldo tengah asyik jalan berdua.Tak disengaja aku bertemu kak Zaki.

“Ana”Panggil kak Zaki

“Kak Zaki….”Kataku lirih

“Sedang apa kamu disini??Trus ini siapa??”Tanya kak Zaki penasaran

Akupun tidak bisa ngeles lagi apalagi saat Aldo bilang kalau dia adalah pacarku.Bukti-buktipun sudah ada,aku hanya bisa diam seribu bahasa.

“Gue pacarnya,loe siapa??”Tanya Aldo dengan nada tinggi

“Jadi bener kamu punya pacar?”Tanya kak Zaki yang memastikan

“Eh loe belum jawab pertanyaan gue,loe siapa?”Tanya Aldo menantang

“Diam loe?!”Bentak kak Zaki pada Aldo

“Eh loe mau nantang gue??Ayo gue ladenin?”Ujar Aldo yang mulai naik pitam

“Aldo jangan Aldo,dia kakak aku”Ujarku sambil berusaha untuk menahan emosi Aldo

“Sepulang dari rumah nanti, kakak mau bicara sama kamu”Ujar kak Zaki yang kemudian pergi

Aku nggak tahu lagi harus bagaimana lagi nantinya.Kali ini aku sudah tertangkap basah sama kakak.Dan aku nggak bisa mengelak lagi.Mungkin saja kak Zaki sepulang dari rumah akan bilang semua ini pada Ayah dan Bunda.Dan kemungkinan terburuk adalah aku langsung harus menikah.

Malam itu juga aku langsung pergi menemui kakak dikamarnya. Rasanya tubuh lemas dan jantungku deg-degkan.Aku nggak tahu kakak sudah bilang tentang kejadian tadi siang atau belum.Tapi yang jelas tadi Bunda marah karena aku nggak langsung pulang untuk les.

“Malam kak!”Ujarku sambil membuka pintu

“Malam,duduk sana!”Pinta kak Zaki

Akupun langsung duduk tanpa berkomentar apapun.

“Sudah berapa lama kamu pacaran?”Tanya kakak untuk pertama kalinya

“Hmm…Sudah dua bulan kak”

“Lumayan ya,kamu tahu nggak Bunda bilang apa waktu itu?”

Aku terdiam

“Ana,sebenarnya kakak nggak mau bicara mengenai masalah ini,tapi kakak harus agar kamu nggak durhaka sama Ayah dan Bunda akibat masa puber kamu.Dan kakak harap setelah kakak kasih tahu yang sebenarnya kamu mau belajar untuk mencintai orang yang telah dijodohkan sama Ayah dan Bunda”

“Maksud kakak apa sih?”

“Ayah dan Bunda pernah cerita kalau kamu pernah dinikahkan bukan?Dan mungkin kamu bertanya-tanya siapa suami kamu sebenarnya”

“Siapa?”

“Kamu sudah kenal dengan dia”

“Siapa kak?Kak Firman,benarkan kak?”

Kak Zaki terdiam

“Jawab kak?”

“Kamu diam dulu”

“Nggak bisa kak,Ana harus tahu siapa orang yang menjadi calon suami Ana nantinya.Ana harus tahu kak.Coba kalau kakak pada posisi Ana yang mencintai orang lain tapi kakak malah dipaksa untuk menikah dengan orang lain?”

“Ana dengarkan kakak,kakak tahu tindakan Ayah dan Bunda memang salah.Tapi itu juga demi kebaikan kamu sendiri.Ayah dan Bunda nggak mau kamu nantinya berbuat maksiat”

“Lalu kak Zaki sendiri bagaimana?”

“Kamu jangan mengalihkan pembicaraan. Kita sedang membicarakan mengenai kamu?”

Aku terdiam

“Kakak yakin pilihan Ayah dan Bunda adalah yang terbaik buat kamu,dia laki-laki yang baik”

“Kakak beri tahu saja siapa suami Ana sekarang”

“Tapi kamu harus janji setelah kakak beri tahu siapa namanya kamu akan putus dengannya”

“Ana nggak janji…”

“Kamu harus janji”

“Insya Allah….Jadi siapa namanya?”

“Orang yang dikawin gantungkan dengan kamu cukup pintar,sekarang dia mengajukan beasiswa keJepang dan tinggal menunggu pengumumannya saja.Dan yang pasti kamu sudah mengenalnya”

“Iya siapa kak?”

“Firman”

“Apa,Firman??Sudah Ana duga,cowok yang super menyebalkan itu.Kenapa nggak kemarin-kemarin kakak jujur sama Ana saja”Ujarku yang mulai berkaca-kaca

“Kakak sudah janji sama Ayah dan Bunda”

“Tapi kenapa?Ana benci sama kalian semua Ana benci”Ujarku yang kemudian pergi meninggalkan kamar kak Zaki

“Ana,Ana!?” Panggil kak Zaki

Dengan segera akupun langsung menuju kamar agar Bunda nggak melihat kalau mataku mulai berkaca-kaca.Dan lagi-lagi malam ini aku menangis.Kenapa sih dunia ini begitu sempit,kenapa harus orang yang super menyebalkan itu yang dulu dinikahkan denganku.Kenapa harus dia.Apapun yang terjadi aku nggak mau kalau aku menikah lagi dengan dia,bagaimanapun caranya……

 

*  *  *

 

 

     ♫Apa Artinya Cinta? ♫

 

Malam ini aku ceritakan kejadian hari ini sama Icha sambil tersedu-sedu. Biarpun Icha hanya bilang yang sabar terus, tapi itu sudah cukup bagiku sebagi dukungan moral.Walupun tetap saja hati ini terasa perih…..

Keesokkan Harinya……

 

Aku berencana untuk mogok les sebagi tanda penolakkanku atas perjohanku itu. Dan sebagai gantinya sepulang sekolah aku jalan bareng sama Aldo berdua. Aku mau menunjukkan bahwa Cintaku terhadap Aldo cukup besar dan aku juga berharap agar pernikahan yang dilakukan waktu aku masih balita batal.Mungkin aku memang sedikit durhaka dengan Ayah dan Bunda, tapi mau bagaimana lagi. Aku juga mau mendapatkan hakku sebagai anak. Dan alhasil aku selalu pulang malam setiap harinya. Bahkan aku sampai nggak peduli dengan nasehat Bunda.

“Kamu dari mana saja?”Tanya kakak sinis

“Bukan urusan kakakkan?”Jawabku dengan nada tinggi

“Kamu tahukan kalau Bunda orangnya khawatiran sama kamu, kenapa tadi Bunda telfon nggak diangkat?”Tanya kak Zaki sekali lagi

“Udah deh kak,Ana capek nih mau tidur. Lebih baik kakak keluar dari kamar Ana sekarang”

“Kamu sekarang berani ya sama kakak, maka dari itu kakak nggak setuju kamu pacaran dengan cowok itu.Kamu jadi berani sama orang yang lebih tua, termasuk sama Bunda”Ujar kakak yang kemudian keluar dari kamar

Sudah terlalu sering aku pulang malam dan pulangnya selalu dapat ceramah dari orang rumah. Aku capek dengar semua itu.

Pada saat aku akan pergi bersama Aldo sepulang sekolah,Kulihat ada orang yang nggak asing lagi diparkiran, kak Firman.

“Sedang apa dia disini?”Gumamku dalam hati

“Do, kamu tunggu sebentar ya, aku mau bicara dulu sama orang itu”Ujarku sambil melirik kearah kak Firman

“Memangnya siapa dia?Aku ikut ya”Jawab Aldo

“Jangan!”

“Kenapa?Ada yang kamu sembunyikan ya?”

“Nggak-nggak ada kok, ya sudah kamu boleh ikut”

Kedua mata kak Firman tak lepas melihat aku dan Aldo yang menggandeng tanganku.

“Sedang apa kakak disini?”Tanyaku sinis

“Aku mau mengajak kamu pulang”

“Aku mau pulang sama teman aku ini”

“Tapi tante menyuruhku untuk menjemput kamu pulang”

“Aku nggak mau!”

“Siapa sih dia sayang?Kakak kamu?”Tanya Aldo

“Bukan orang gila kali. Yuk kita pulang saja!”Ajakku

“Kalau kamu nggak mau pulang bersama aku, aku akan telfon tante sekarang juga!”Kecam kak Firman

“Eh cowok sialan, loe nggak denger apa yang Ana bilang tadi, dia nggak mau pulang”Teriak Aldo pada kak Firman

“Aldo, sudah biarkan saja dia ayo kita pulang!”Pintaku

“Kamu jangan ikut campur ya, ini nggak ada hubungannya dengan kamu”Tukas kak Firman

“Tapi gue cowoknya, jadi masalah cewek gue masalah gue juga dong”Jawab Aldo yang penuh emosi

 “Hanya pacarkan? nggak lebih. Jadi jangan ikut campur masalah ini”Jawab kak Firman

“Nyolot loe ya”Ujar Aldo yang kemudian memukul kak Firman tepat dimukanya

“Ah…”Teriakku kaget

Aku nggak tahu harus berbuat apa saat melihat kak Firman dipukul Aldo. Apalagi perkataanku tak dihiraukan sama Aldo. Dan kak Firmanpun juga sama sekali tak melawan Aldo. Hingga akhirnya ada yang datang melerai pertengakaran ini.

“Stop……!”

“Sudah-sudah jangan berkelahi lagi”

Kulihat wajah kak Firman memar cukup parah.

“Do, maaf ya aku harus pulang bersama kak Firman”

“Tapikan?”

“Bagaimanapun juga dia datang kesini atas permintaan Bunda. Aku khawatir dengan keadaannya. Maaf ya”Ujarku sambil menyusul kak Firman yang terlebih dahulu kedalam mobilnya

“Kak Firman nggak apa-apa?”Tanyaku yang sedikit khawatir

“Nggak!”Jawabnya sinis

“Kenapa kakak nggak melawan dia sih?Kakakkan jadi babak belur begini”

“Memangnya kamu mau melihat dia babak belur seperti aku ini.Lagipula kalau aku melawan, kamu pasti pulang sama dia”

Akupun terdiam

“Kita pulang?”Tanyanya

“Iya”Jawabku lirih

Kak Firmanpun mulai menjalankan mobilnya

“Harus berapa pukulan sih untuk mengajak kamu pulang?”

Aku terdiam mendengarnya

“Tante itu niatnya baik memintaku mengajari kamu belajar. Dia itu khawatir dengan nilal-nilai kamu yang terus menurun dan mengecewakan itu. Memangnya kamu mau apa jadi salah satu daftar siswa yang nggak lulus?Sebaiknya kamu lupakan saja pacar kamu itu, dia itu perusak kamu. Semua nilai-nilai kamu jelek semenjak pacaran dengan diakan? Kamu tuh harusnya…”Belum selesai kak Firman bicara, aku sudah menyelanya

“Harusnya menikah dengan kakak, begitu?”Ujarku yang menyelah kata-katanya

Kak Firmanpun terdiam

“Kak, kenapa sih tuhan harus menakdirkan kita dalam satu ikatan disaat kita sama sekali belum mengerti apa-apa?Kakak tahu betapa tertekannya Ana saat mengetahui hal ini.Ana nggak mau semua ini terjadi kak”Tambahku dengan mata yang mulai nanar

“Untuk apa kamu menyalahkan tuhan?Kita tidak akan menikah kalau diantara kita nggak ada kecocokan, pernikahan kitakan cuma nikah sirih. Secara hukum kita nggak sah.Tujuan kedua orang tua kita menikahkan kita berdua agar kalau seandainya kita pacaran halal jika kita saling berpegangan tangan. Dan kalau kamu nggak mau ya sudah, rencana pernikahan kita dimata hukum tak perlu terjadi. Yang seharusnya kamu pikirkan sekarang adalah fokus sama unas dan seleksi ke perguruan  tinggi favorit kamu. Bereskan?”

“Kenapa dipikiran kakak begitu mudah?Bagi Ana ini masalah besar kak?Ana hanya mau menikah dengan orang yang Ana cintai seumur hidup dan itu hanya sekali saja”

“Terserah kamu mau bagaimana,bagiku untuk konsisten belajar saja susah apalagi harus memikirkan masalah yang seperti itu,pusing tahu?”Jawabnya yang membuatku sedikit kesal

Aku terdiam mendengar penjelasan kak Firman tadi.Kulihat sesekali dia meringis kesakitan karena luka memar diwajahnya. Hingga tanpa sadar mobilpun berhenti disebuah rumah yang tak kukenal.

“Ayo turun!”Pintanya sambil melepaskan sabuk pengamannya

“Rumah siapa ini?”Tanyaku heran

“Rumah papa mama, aku masih belum punya rumah sendiri. Tante tadi menyuruhku untuk menjemput kamu, masalahnya aku sedang banyak tugas jadi tadi tante mengizinkan kamu belajar di rumah. Ayo masuk!”Jelasnya

Akupun mengikutinya dari belakang

“Assalamualaikum”

“Wa’alaikum salam,eh….ini Ana ya?Wah sudah besar ya, cantik pula”Ujar seorang wanita yang seumuran dengan Bunda

Aku hanya tersenyum melihatnya, kemudian menyalami tangan wanita itu.Tiba-tiba saja ada anak kecil yang umurnya sekitar 3 tahunan datang menghampiri kak Firman

“Kakak….Lho wajah kak Filman kenapa?”Panggilnya sambil memeluk kaka Firman

“Iya, wajah kamu kenapa man?”Tanya mama kak Firman

“Eh,,,ini cuma luka karena pukulan dari preman dijalan saja kok ma”Jawabnya bohong

“Preman?Apa hubungannya?Lagipula kamukan bisa karate, kenapa nggak dilawan?”Tanya mamanya

“Tadi cuma terjadi salah faham saja antara Firman dengan Preman-preman itu ma. Ya sudahlah, lagipula Firman juga nggak apa-apa kan ma”

“Hmm…..Kakak ini siapa?Pacal kakak ya?”Tanya anak perempuan   cadel

“Hus…kamu masih kecil nggak boleh bicara seperti itu”Tukas kak Firman

“Shiva, kakak ini tamu kita. Bukan pacar kak Firman”

“Hai adik kecil, namanya siapa?”Tanyaku pada anak perempuan itu

“Shiva,kakak sendili?”Tanyanya yang membuatku ingin tertawa

Akupun tersenyum menahan tawa

“Nama kakak Ana”

“Ya sudah ayo masuk kedalam”

Akupun belajar di Gazebo belakang rumah kak Firman bersama Shiva yang lucu itu plus cadel. Biarpun ini di rumah sendiri tapi tetap saja kak Firman tetap sinis dan selalu dingin sama aku. Dan yang pasti selalu bicara dengan kata-kata keramatnya’Bodoh’ biarpun di hadapan adiknya sendiri.

“Kakak, kakak nggak pelnah datang ke lumah ini ya.Shiva kok nggak pelnah lihat kak Ana kalau teman kak Filman?”Tanya Shiva dengan kata-kata cadelnya itu

Akupun menahan tawa saat mendengarnya

“Maaf-maaf, Shiva tadi bilang apa?Coba diulangi sekali lagi”

“Teman kak Filman?”

“Apa?Filman?Hahaha”

“Kayaknya nggak ada yang lucu deh”Tukas kak Firman sinis

“Ada kok. Filman hahaha”

“Sudah dikerjakan belum soal-soalnya, bercanda terus sih?”

“Biarin weekk….”

Malam ini aku diantar pulang oleh kaka Firman setelah aku makan malam di rumahnya bersama anggota keluarganya. Selama makan malam tante dan om berusaha mengembalikan memoriku masa kecilku saat bersama kak Firman dulu. Aneh sih, tapi sepertinya semua yang diceritakan itu memang terjadi. Rasanya sedikit demi sedikit aku mulai melupakan masalah yang mengikat antara kita berdua. Aku juga sebenarnya merasa nggak enak saat kak Firman ditanya tentang luka memar diwajahnya. Semua itukan juga bermula dari aku, coba tadi aku langsung ikut dia saja pasti Aldo nggak bakal memukul kak Firman seperti ini.

“Maaf ya saat makan malam tadi, lupakan saja semua yang dibilang mama papa”Ujar kak Firman

“Nggak apa-apa kok, jujur Ana lupa semua itu. Anggap saja itu sebagai hiburan “

“Hmm…dan mengenai masalah kita berdua, aku harap kamu tak terlalu memikirkannya. Yang harus kamu pikirkan adalah fokus dengan ujian nasional yang bisa dihitung itu. Kasihan tante, kepikiran kamu terus. Nanti setelah kamu lulus, urusan tentang kita berdua bisa diselesaikan. Biar aku yang mengurus itu semua”

“Tapi?”

“Tapi kenapa?masalah pacar kamu itu,sudah tenang saja. Jangan dipikirkan ya?”

“Hmm…Kak,Ana minta maaf ya”

“Untuk apa?”

“Gara-gara Ana kakak jadi babak belur begini. Ana jadi nggak enak, kak Firman harus berbohong sama om dan tante”

“Sudahlah lupakan saja. Kakak nggak marah dengan semua itu. Namanya juga masih murid SMA emosinya masih labil”

“Sekarang luka kakak sudah baikkan bukan?”

“Sudah tenang saja,nggak perlu merasa bersalah.Ini semua mungkin sudah menjadi rencana yang diatas”

Dapatkah aku mempercayai apa yang di katakan oleh kak Firman. Atau dia hanya  ingin mengalihkan pembicaraan saja. Semoga saja semua itu benar….

Malam ini aku mulai menambah jam belajarku. Maklumlah ujian nasional sudah tinggal hitungan jari. Apa lagi kak Firman juga janji akan mengurus masalah antara kita berdua. Jadi aku harus fokus dengan UNAS.

 

Keesokkan Harinya……

 

Rencananya hari ini aku mau memberitahu Aldo tentang hubunganku dengan kak Firman. Aku tak mau ada rahasia diantara hubungan kita berdua. Aku juga mau jujur tentang masalah kawin gantung itu. Namun dari tadi aku sama sekali belum melihat batang hidungnya dimanapun. Hingga akhirnya ku mendengarkan sebuah pembicaraan antara Aldo dengan teman-temannya di kantin.

“Gue nggak nyangka kalau loe bisa jadian ama dia selama ini. Dua bulan loe, itukan mengalahkan rekor loe pacaran dengan yang lainnya. Biasanyakan loe paling lama juga pacaran selama seminggu”

“Betul tuh, trus gimana gebetan loe itu?berhasil nggak dipacarain?”

“Loe semua tenang saja. Semuanya kan sudah berjalan sesuai dengan rencana kita dari awal”

“Iya sih, tapi mana?Katanya mau berfoto dengan dia sambil ciuman. Tapi mana?lama banget loe. Kalau begini terus loe bisa kalah taruhan lho!”

“Nggak mungkin Aldo githu lho?Kalau masalah begituan kecil. Gue janji dalam seminggu ini gue sudah dapat first kissnya. Gimana? Setelah dia sudah gue dapatin, gue akan putusin dia. Yang penting sekarang siapin sasaran yang baru. Kalau gue belum dapat, kalian aku traktir dua kali lipat dari perjanjian kita sebelumnya. Setuju?”

“Ok,kita setuju”

Jadi selama ini Aldo cuma menjadikanku sebagai bahan taruhannya doang. Dia nggak cinta sama aku. Padahalkan aku tulus mencintainya, aku tulus menyayanginya. Tapi mengapa dia menyia-nyiakan semua itu. Kenapa dia tega membohongi aku?

Akupun dengan segera menuju toilet sekolah, derai-derai air mata mulai berjatuhan tatkala aku harus menerima kenyataan ini. Hingga akhirnya Priska dan teman setianya datang toilet.

“Kenapa loe?baru putus sama Aldo ya?”Tanyanya dengan nada sinis

“Mau apa kalian?”

“Memangnya toilet ini milik pribadi ya?”

Aku terdiam

“Eh, gue heran kenapa Aldo bisa tahan sama orang kayak loe ini?Padahal sudah jelas dia nggak cinta sama loe masih aja jadian”

“Aldo sudah sadar kali, kalau kecantikan bukan dilihat dari luar tapi dari dalam sini”

“Loe….?”

“Apa?Sudah minggir sana, aku mau lewat”Ujarku yang kemudian pergi

Sepulang sekolah aku ada bimbel dari sekolah, dan pulangnyapun jadi sedikit kemalaman. Aku juga sudah telfon Bunda agar Bunda nggak khawatir denganku.

Saat Bimbel telah berakhir, kulihat Aldo tengah menungguku didepan kelas.

“Untuk apa kamu ada disini?”

“Kamu kok tanya seperti itu? Memangnya nggak suka apa kalau aku menunggu kamu?”

“Iya aku nggak suka. Aku nggak suka, apalagi kalau ada yang menjadikan aku sebagai taruhannya”

“Kamu…?”

“Iya aku sudah tahu semuanya. Kamu gila apa, mempermainkan perasaan orang lain. Aku kecewa sama kamu”

“Ana, tunggu dulu biar aku jelasin!”

“Nggak ada yang perlu dijelaskan, semua sudah jelas”

Akupun pergi meninggalkan Aldo yang berulang kali memanggilku.Namun aku tak mempedulikannya. Yang ada aku malah mempercepat langkahku.

Dan aku melihat kak Firman sedang berada diparkiran dekat mobilnya. Akupun segera menuju mobil kak Firman.

“Assalamualaikum!”Salamku padanya

“Waalaikum salam, tante…”Jawabnya

“Iya ayo pulang!”Ajakku yang telah memotong perkataannya kemudian langsung masuk mobil

Mobilpun melaju dengan mulus diatas aspal. Selama dalam perjalanan pulang aku hanya diam sambil memalingkan muka.

“Lagi sakit ya?kok tumben diam?”Tanyanya padaku

“Apa yang mau diomongin?”Jawabku

“Ya, apa aja asal jangan diam”

“Malas ah”

“Ada masalah disekolah?”Tanyanya lagi

“Nggak juga”

“Trus?”

“Sudahlah kak aku lagi malas ngomong. Lagipula diam itu emaskan?”

Kak Firmanpu keki mendengarnya

“Oh ya, hari minggu besok aku banyak tugas. Kamu boleh istirahat atau kamu boleh datang kerumah, aku masih bisa memberi kamu bimbel disana”

“Memangnya tugas apaan sih?Sok penting amat”

“Mau tahu aja. Nanti kalau kamu mau datang kerumah, kamu telpon dulu kerumah. Biar nanti aku persiapkan semua”

“Lihat nanti saja ya kak, Ana lagi nggak mood hari ini”

“Ok,,,”

“Tapi Anakan nggak punya nomer kakak. Memangnya nomer HP kakak berapa?”

“Mau tahu?”

Aku mengangguk pelan

“Rahasia…”

“Kok gitu?”

“Kenapa?Akukan cuma tanya”

“Iya, tanya saja sama kakak kamu atau bunda kamu, mereka punya nomer aku”

“Bilang saja kalau nggak mau kasih tahu…”Gumamku dalam hati

Malam harinya……

Jam diruang tamupun mulai berdentang keras memecah kesunyian malam ini. Aku berniat mengerjai cowok resek itu setelah aku mendapatkan nomernya dari kak Zaki. Sejenak aku mulai melupakan masalahku dengan Aldo. Malah yang ada dalam otakku hanya mengerjai cowok yang sering mengataiku. Tapi yang ada dia malah kebal dari orang iseng. Berulang kali aku mencoba sms dengan pura-pura sok akrab dengannya tapi dia malah cuek bebek tanpa membalas sms dariku. Padahal kalau aku ada yang miscall atau sms dengan nomer yang aku nggak ketahui pasti dengan segera aku langsung membalasnya atau menelfonnya.

Hari minggu ini aku pergi kerumah kak Firman yang diantar kak Zaki dengan mobilnya. Saat aku tiba disana rupanya ada teman-teman kak Firman yang sedang berkumpul.

“Assalamualaikum”

“Wa’alaikum salam, Ana ayo masuk. Firman sudah ada digazebo belakang bersama teman-temannya. Kamu langsung saja kesana”Ujar mama kak Firman

“Eh…. Apa Ana tidak mengganggu kak Firman tante?”

“Nggak,kamu tenang saja. Sudah kamu langsung kebelakang sana. Tante mau buatkan minuman dulu”

“Eh, iya tante permisi!”

Kulihat kak Firman sedang sibuk dengan laptopnya beserta teman ceweknya. Cewek?Kenapa kak Firman terlihat akrab dengan cewek yang juga memakai jilbab itu ya. Padahal masih ada dua teman laki-lakinya, kenapa kak Firman terlihat jauh lebih perhatian dengan cewek itu. Apa jangan-jangan itu pacarnya kak Firman? Kenapa aku jadi kesal melihat mereka.

“Ana?Kenapa masih berdiri disana?Ayo kesini!”Ajak kak Firman

Seketika lamunanku menghilang usai mendengar panggilan dari kak Firman

“Eh…iya”

“Sejak kapan kamu datang?”Tanyanya

“Hmm…Baru saja kok kak”

“Oh…Sama siapa?”

“Ana diantar sama kak Zaki.Hmmm…Kak, Ana mengganggu nggak sih?Kalau Ana mengganggu kakak, lebih baik Ana pulang saja”

“Nggak aku bisa kok, lagipula aku sudah menyiapkan banyak soal kamu mau pulang saja. Sudah kamu duduk saja. Oh ya kenalkan ini teman-teman satu kampus aku, ini Zahra, ini Rizki dan yang terakhir Aditya”Jelas kak Firman sambil mengenalkan temannya satu persatu

“Ana”

“Ya sudah kamu tunggu sebentar ya, aku mau mengurus ini dulu”

Akupun duduk disamping mereka berempat. Kubuka bukuku, karena aku nggak tahu apa yang mereka kerjakan. Tapi sepertinya ini sangat penting dan harus dikerjakan dengan serius. Hingga akhirnya kak Firman datang menghampiriku dan dia mulai menjelaskan materi seperti biasanya. Hanya saja kak Firman sedikit berbeda dari hari sebelumnya. Kalau biasanya dia sering berkomentar dengan kata-kata yang membuat aku jengkel, sekarang dia lebih ramah dari sebelumnya. Apa mungkin karena ada kak Zahra disini.

Kak Zahra memang cantik, dan dia kelihatannya juga pintar. Apa selera kak Firman seperti dia.

Sekitar pukul empat sore aku pulang bersama kak Zahra. Kebetulan rumah kak Zahra masih satu arah dengan rumahku.Karena itulah aku satu taksi dengan dia.

Dalam perjalanan pulang aku banyak tanya tentang kak Firman.Dan dari cara dia menjawab pertanyaanku sepertinya dia suka dengan kak Firman. Seolah-olah ada rasa kagum yang mendalam saat dia bercerita tentang kak Firman. Dan entah mengapa aku jadi sedikit bete mendengarnya…

Keesokkan harinya…

 

Pagi ini rasanya aku enggan untuk pergi kesekolah. Semalam Aldo menelponku berkali-kali, tapi aku nggak mau mengangkatnya. Tapi mau bagaimana lagi aku sudah kelas tiga dan sebentar lagi aku akan mengikuti ujian. Mau tak mau aku harus pergi kesekolah.

Lorong sekolah masih sedikit sepi. Kulihat dari ujung lorong, sesosok wajah yang enggan aku temui sedang berdiri didepan kelasku. Akupun kemudian berbalik arah. Tapi Aldo mengejarku

“Ana,aku ingin bicara sama kamu”

“Bicara apa?sepertinya nggak ada yang perlu dibicarakan?Semua sudah jelas!”

“Ana, dengarkan penjelasanku dulu, aku sayang sama kamu, aku benar-benar jatuh cinta sama kamu. Aku tahu aku sudah mempermainkan perasaan kamu.Tapi, tapi kini perasaanku berubah dari sebelumnya. Aku jatuh cinta sama kamu”

Akupun terdiam saat mendengar curahan isi hati Aldo lagi. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, karena aku memang terlalu sayang sama dia. Aku mencintanya.

“Aku mohon kamu mau maafkan aku. Aku berjanji demi tuhan aku tak akan mengulanginya lagi”

“Jangan sebut-sebut nama tuhan!”

“Please An, kamu maukan memberiku satu kesempatan lagi padaku?”

“Ya sudah, aku mau maafkan kamu dan aku juga memberimu satu kesempatan lagi untuk berubah “

“Terimah kasih, aku sayang sama kamu”

Mungkin karena aku memang masih sayang Aldo aku mau memaafkan dia begitu saja. Walaupun dia pada awalnya hanya menjadi pacarku untuk sekedar sebagi bahan taruhan saja. Tapi aku percaya Aldo memang benar-benar cinta padaku memang karena aku berbeda dengan cewek lain.

Malam ini, lagi –lagi aku mencoba sms kak Firman dengan nomor yang lain. Sebenarnya aku nggak suka gonta-ganti nomor, tapi setelah terkena promo iklannya Icha aku jadi tertarik membeli perdana baru.

Lagi-lagi kak Firman nggak terpengaruh dengan ulah jahilku itu. Sebenarnya ini benar nomor dia atau milik oramg lain sih. Atau jangan-jangan dia nggak punya pulsa lagi. Tapi mana mungkin kak Firman seperti itu, anak kuliahan nggak punya pulsa.

Akhir-akhir ini aku sering dijemput oleh kak Firman, Bunda ternyata masih takut kalau aku nantinya akan pergi bersama Aldo usai sekolah. Apalagi ujian nasional sudah tinggal dua minggu lagi, kak Firmanpun jadi lebih sering ke rumah. Untungnya Aldo mau mengerti hal itu.

Mobil kak Firmanpun melaju dengan mulus diatas aspal. Selama dalam perjalanan pulang, aku mencoba memancing-mancing kak Firman mengenai kak Zahra. Dan lagi-lagi aku mendapatkan jawaban yang sama. Jawaban saat seseorang sedang jatuh cinta, penuh dengan rasa kagum.

“Kak, menurut kakak, kak Zahra itu seperti apa sih?”Tanyaku pada kak Firman

“Kenapa tanya tentang dia?”Tanya balik kak Firman

“Enggak, Ana ingin tahu saja penilaian kak Firman tentang kak Zahra”Jawabku asal

“Zahra orangnya baik, cantik pula”Jawabnya dengan mantap

“Kakak suka dengannya?”Tanyaku lagi

“Suka. cowok mana yang nggak suka dengan cewek yang soliha, cantik, pintar pula. Hanya orang bodoh saja yang bisa nggak suka dengannya”

“Oh….”

“Kok lemes?Cemburu ya?”Goda kak Firman

“Enggak, siapa yang cemburu sama orang yang menyebalkan seperti kakak?”

“Tapi ngangeninkan?”

“Idih, Gr banget kakak”

“Hmm… by the way, kita mampir dulu ya ke toko buku, ada yang perlu aku beli”

“Terserah kakak saja”

Hampir setengah jam kita berdua berada di toko buku, aku nggak tahu apa yang di cari sama kak Firman, sampai-sampai untuk membeli satu buku saja selama ini. Aku sendiri yang nggak ada niat untuk membeli buku, alhasil jadi ikut membeli sebuah novel.

“Masih lama nggak kak?Aku lapar nih”Keluhku

“Iya ini mau dibayar, kamu tenang saja setelah ini kita cari makan, aku juga lapar”

“Kakak yang traktir ya?”

“Ok beres”

Akhirnya pergi juga dari toko buku. Tapi tiba-tiba saja aku merasa disambar petir disiang bolong, saat mata kepalaku sendiri melihat Aldo tengah makan berdua bersama cewek lain begitu mesranya. Dia bukan Priska yang sempat mengancamku dulu, tapi cewek lain yang nggak aku kenal. Nggak cuma itu, dia juga sempat mendaratkan bibirnya di bibir cewek itu.

Tak terasa mataku mulai nanar saat melihatnya.Aldo yang baru satu minggu yang lalu bilang cinta padaku, kini sedang berduaan dengan wanita lain. Padahal aku sudah memberinya kesempatan kedua untuk berubah, tapi kenapa?Kenapa dia harus mengulanginya lagi dengan menyakiti hatiku ini.

“Kita makan ditempat yang lain saja ya kak”Tukasku lirih

“Kenapa?”Tanya kak Firman

“Nggak apa-apa, makanan disini nggak enak”Jawabku kemudian pergi

Saat makanpun aku jadi nggak berselera lagi, aku hanya mengotak-atik makanan didepanku itu.

“Kamu kenapa?”Tanya kak Firman

“Enggak, nggak ada apa-apa kok”Jawabku lirih

“Nggak ada apa-apa, kenapa makanannya cuma diotak-atik gitu?katanya lapar”

“Ana nggak berselera”

“Kenapa?Masalah cowok tadi ya?”

“Sok tahu?”

“Aku lihat kok, cowok yang sedang makan berdua dengan cewek tadikan?”

“Sudahlah kak, jangan bicarakan hal itu lagi, Ana malas mendengarnya”

“Iya. Hmm… sebenarnya kamu tahu nggak sih arti cinta itu sendiri?”

“Semua orang juga tahu lagi kak cinta itu apa”

“Apa coba?”

“Perasaan suka sama suka”

“Bodoh!!”Jawabnya sinis

“Kok kakak bilang seperti itu? Kitakan nggak sedang belajar?”

“Itu sih jawaban dari anak….”

“Anak SD?Iyakan?”Aku menyelah

“Dengarkan dulu kalau orang lagi bicara”

“Iya bawel”

“Kamukan sudah SMA harusnya ada peningkatan sedikit mengenai arti cinta itu sendiri”

“Trus?”

“Cinta anak jaman sekarang mungkin lebih mengarah pada hal suka sama suka, tapi tahukah kamu kalau cinta yang seperti itu adalah nafsu”

“……???Maksud kakak apa?”Tanyaku sambil mengerutkan kening

“Cinta yang hanya didasari dengan nafsu itu bukan cinta namanya. Cinta adalah perasaan dimana yang ada hanya ingin melihat orang disampingnya bahagia dan tidak ada kata saling menyakiti pada orang yang dia cintai. Contohnya cinta kedua orang tua pada anaknya atau cinta tuhan yang selalu memaafkan hambanya. Dan kalaupun kita mencintai lawan jenis kita, sama halnya dengan cinta yang aku sebutkan tadi. Tidak ada kata saling menyakiti dan yang ada hanya rasa ingin membahagiakan satu sama lain. Atau kita bisa mendeskripsikan yang lain, rela melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang yang dia cintai”

Aku terdiam

“Jadi, cinta yang kamu rasakan itu benar-benar cinta atau nafsu? Mungkin kamu sudah diberi petunjuk sama Tuhan, coba bayangkan kalau orang pilihan kamu itu sudah menjadi suami kamu?sedangkan kamu tidak tahu baik buruknya orang yang kamu cintai itu? Sudah diluar sana masih banyak yang lebih baik dari dia”

“Maksud kakak, aku lebih baik sama kak Firman githu?”

“Hei, kalau bicara bisa ditahan sedikit emosinya, aku bicara seperti itu bukan berarti aku lebih baik buat kamu. Masih banyak diluar sana yang jauh lebih baik dari aku. Jadi jangan berfikiran aneh-aneh deh”

Akupun mengalihkan pandanganku

“Disini aku cuma berpendapat saja ya, terserah menurut kamu ini saran yang bagus atau enggak. Yang jelas, selama ini kamu mencintai orang pilihan kamu itu sudah melingkupi pada kedua orang tua dan Tuhan tidak?”

“Kita pulang!”Ajakku sinis

Aku tahu kak Firman mana mungkin suka sama aku yang masih seperti anak kecil. Seleranyakan seperti kak Zahra yang cantik, anggun Memang cintaku selama ini tertuju pada orang yang salah.Dan yang lebih parahnya lagi, aku sering berbohong pada kedua orang tuaku. Aku juga sering lupa mengingat yang namanya Tuhan. Mungkin karena itulah kak Firman mengangggap cintaku ini hanya sebuah nafsu pada lawan jenis dan cintaku ini bukan cinta sejati.Tuhan maafkanlah aku telah melupakanmu selama ini…

 

*  *  *

 

♫Cinta itu Anugerah……♫

“Do, kita putus!”Ucapku dengan mantap

“Apa?Putus lagi, tapi kenapa kamu minta putus?”Tanya Aldo penasaran

“Aku nggak bisa menjelaskan semua ini, yang jelas aku ingin kita putus”

“Oh…Aku tahu kamu pasti sudah dapat yang baru ya?Kamu selingkuh?”Tanyanya dengan nada tinggi

“Jangan bicara sembarangan deh, yang jelas sebentar lagi kita akan ujian. Aku mau fokus untuk belajar”Jawabku lirih

“Hei, apa aku selama ini melarang kamu untuk belajar? Aku juga ingin lulus ujian. Tapi nggak harus putuskan?”

“Terserah, yang jelas aku mau putus!”Jawabku yang kemudian pergi meninggalkan Aldo sendiri

“Ana…Aku nggak mau putus sama kamu”Teriak Aldo

Akupun tak memperdulikan teriakkannya da terus berjalan meninggalkannnya sendiri.

Hari ini aku pulang agak kesorean karena aku menerima pelajaran tambahan dari sekolah. Kulihat di lorong kelas ada Aldo yang sedang berdiri mendekatiku.

“Ana, kita harus bicara”Ujar Aldo

“Nggak ada yang perlu dibicarakan. ku harus pulang”Jawabku yang kemudian mempercepat langkahku

Tapi Aldo mengikutiku dari belakang.

“Ana, tunggu. Kita harus bicara!Ana, Ana”Panggil Aldo berkali-kali

Hingga akhirnya kulihat diparkiran sudah ada mobil kak Firman, tapi kali ini dia nggak sendiri. Ada kak Zahra bersamanya. Akupun mempercepat langkahku karena Aldo mengikutiku terus dari belakang. Hingga akhirnya Sebuah pukulan mendarat diwajah kak Firman.

DUAKKK…

Akupun menjerit saat melihat kak Firman dipukul Aldo.

“Jadi karena diakan, kita putus?”Tanya Aldo

“Kak Firman nggak apa-apakan?”Tanyaku sambil mendekati kak Firman

“Gue heran, kenapa loe lebih memilih cowok kayak dia?Apa sih kekurangan gue dari dia?”Tanya Aldo dengan nada tinggi

“Ini nggak ada hubungannya dengan kak Firman”Jawabku yang nggak kalah kerasnya

“Sudah deh, sebaiknya loe jujur saja siapa dia sebenarnya?”Tanya Aldo

“Dia calon istriku”Jawab kak Firman yang menyela pembicaraan kita berdua

“…??”

Akupun terkejut mendengarnya. Dan suasanapun menjadi  hening sejenak.

“Dia tunanganku!”Tambahnya lagi

    “Apa?”Aldo terlihat terkejut

“Sudah, ayo kita pulang!”Ajak kak Firman

Akupun pergi mengikuti kak Firman dari belakang.Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Bahkan aku juga tak tahu bagaimana perasaan kak Zahra saat mendengar perkataan kak Firman tadi.

Saat didalam mobilpun suasana jadi sedikit hening. Semua yang berada didalam mobil juga diam semua, termasuk aku sendiri. Akupun kemudian berusaha mencairkan suasana.

“By the way, acting kak Firman bagus banget ya.Untung saja ada kak Firman, kalau enggak aku nggak tahu deh apa yang terjadi padaku nantinya. Hmm…menurut kak Zahra, kak Firman pantas nggak dapat penghargaan!”Ujarku

“Memangnya itu tadi acting?”Tanya kak Zahra

“Hahaha…Jadi kak Zahra tadi menganggap semua itu serius ya?Kak Zahra kayak nggak tahu kak Firman aja, kak Firmankan suka bercanda. Ya nggak kak Firman?”

Kulihat kak Firman hanya tersenyum kecut padaku

“Hmm…Luka kak Firman nggak parahkan?”Tanyaku

“Nggak, nggak apa-apa kok”Jawabnya

“Syukur deh kalau begitu, Ana jadi nggak khawatir harus memberi alasan apa sama tante nanti?”

“Pembelaan tadi nggak gratis lho?”Tukas kak Firman

“Kok githu?”

“Iya, lihat saja wajahku ini babak belur begini. Masak gratis, apalagi ini yang kedua kalinya”Ujarnya yang membuatku manyun

“Iya, apa imbalannya?”Tanyaku

“Lulus UNAS dengan nilai yang memuaskan. Hmm…Minimal rata-ratanya 8,5. Kan biar nggak sia-sia, aku sudah bolak-balik ke rumah tante untuk mengajari kamu”

“Ok, tapi kalau cuma dapat 8 saja gimana dong!”

“Berarti kamu harus masuk universitas negeri dan ambil jurusan fisika”

“Apa?Tapikan Ana nggak mau ambil jurusan fisika kak?”

“Kalau begitu nilai rata-rata kamu ya harus dapat 8,5”

“Ah…kakak”

Kulihat kak Zahra terdiam saat melihat aku yang sedang asyik bicara sendiri dengan kak Firman. Tapi aku berusaha mencairkan suasana.

 

Beberapa hari kemudian…

 

“Ana, aku mau bicara sama kamu?”Ujar Aldo

“Soal apa?”Tanyaku

“Aku tahu, kita memang sudah nggak ada hubungan lagi, tapi aku berharap kita tetap jadi teman baik . Dan niat baik itu aku mau wujudkan dengan sebuah acara. Kamu maukan makan bersama sepulang sekolah nanti?”Ujar Aldo dengan ekspresi memelas

“Hmm…Baiklah, aku mau”

“Thank’s ya. Aku janji setelah ini aku nggak akan mengganggu kamu lagi”

Siang ini begitu terik, mungkin ini sudah memasuki puncaknya musim kemarau. Yang ada dalam otakku hanya segelas es dingin yang segar.

“An, yuk jalan!”Ajak Aldo yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku

Akupun masuk kedalam mobil Aldo tanpa rasa curiga apapun. Hingga akhirnya…

“Hmm… Hmm… Hmm…”Aku merontah-rontah saat tiba-tiba sebuah sapu tangan dari belakang menutup hidungku. Akupun terbius dan tak tahu lagi apa yang terjadi.

Saat aku sadar, aku sudah diikat diatas kursi. Kulihat Aldo dan teman-temannya sedang asyik dengan minuman yang mereka pegang.Mereka sedang pesta miras.

“Aldo, lepasin!”Teriakku yang membuat mereka berhenti sejenak pesta miras yang mereka lakukan

“Oh, sudah sadar rupanya!”Ujarnya yang sedikit teler

“Do, sebenarnya apa yang mau kamu lakukan padaku?”Tanyaku sambil berusaha melepaskan ikatan yang mengikat kedua tanganku

“Loe masih tanya juga?”Aldo kembali meneguk minuman yang dia pegang”Gue ingin membalas dendam ama loe”Teriaknya

“Kenapa?Kenapa kamu lakukan ini semua?”Tanyaku dengan air mata yang mulai berjatuhan

“Gue nggak terima aja, gue nggak bisa mendapatkan loe yang rendahan itu. Apa sih susahnya loe itu, sampai-sampai gue harus kalah taruhan?”

“Do, kalau aku ada kesalahan, maafkan aku. Tapi tolong jangan lakukan yang aneh-aneh padaku”

“Kenapa, loe takut gue jamahin tubuh loe?”

Tiba-tiba handphone didalam tasku berbunyi dan Aldopun mengangkatnya.

“Hallo, sorry loe salah sambung”Jawabnya asal

“Tolong… Tolongin Ana…”Teriakku sekencangnya

Tapi Aldo kemudian mematikan Handphoneku.

“Cewek sialan, loe mau cari mati apa?”Ujar Aldo sambil memegang mulutku

“Pokoknya kalau terjadi sesuatu padaku, aku nggak akan terima semua ini”

“Sudah, nggak perlu marah-marah githu apa?Lebih baik kita minum sama-sama!”Ajak Aldo sambil mendekatkan minuman itu ke bibirku

Hingga akhirnya…

“Buang jauh-jauh barang haram itu dari Ana!”Teriak seseorang yang suaranya tak asing lagi

“Kak Firman!”Kataku lirih

“Oh, datang juga pahlawan kesiangan ini. Bro urus dia!”Pinta Aldo pada teman-temannya

Tanpa banyak tanya, merekapun langsung mengkroyok kak Firman. Tapi tak berapa lama mereka semua pada tumbang saat melawan kak Firman.

Hingga akhirnya Aldopun mendapat gilirannya dari kak Firman. Aldopun terjatuh akibat pukulan dari kak Firman.

“Sialan!Loe mau cari mati ya?”Ujar Aldo yang kemudian berusaha membalas pukulan dari kak Firman

Kak Firmanpun dengan mudahnya mengelak dan kembali berhasil memukul Aldo. Hingga akhirnya teman-teman Aldopun lari karena ketakutan, disusul dengan Aldo yang juga mengikuti langkah teman-temannya itu.

Dengan cepat kak Firmanpun melepaskan ikatan yang menjerat tubuhku. Sontak akupun langsung memeluk kak Firman sambil menangis didadanya. Yang kutahu, kak Firman tidak membalas pelukan dariku dan dia hanya membiarkan dadanya sebagai sandaran untuk melampiaskan perasaanku saat ini.

“Kak, aku takut…”Ujarku lirih sambil menangis

“Sudah, sekarang sudah aman”

Tak lama kemudian aku dengar suara Bunda dari luar.

“Ana…!”Panggil Bunda

“Bunda…”Kataku lirih

Akupun berlari menuju Bunda dan langsung memeluknya.

“Bunda…maafin kesalahan Ana selama ini ya”Kataku lirih

“Iya, Bunda sudah maafin kesalahan kamu. Kamu nggak kenapa-napakan sayang?”

Akupun mengangguk pelan.

“Ana, nggak apa-apa. Ini semua berkat kak Firman yang datang tepat waktu, Bunda”

Akhirnya akupun pulang bersama Bunda. Dari Bunda aku tahu, kalau Bunda awalnya menyuruh kak Zaki untuk menjemputku pulang, tapi karena dia masih ada kuliah, maka Bunda menyuruh kak Firman untuk menjemputku.Karena Bunda merasa ada sesuatu yang nggak mengenakkan yang akan terjadi padaku. Mungkin itulah yang dinamakan ikatan batin antara anak dan ibu.

Seharian sudah aku berada didalam kamar . Trauma, mungkin kata yang tepat bagiku. Setelah kejadian itu, Bunda menelfon pihak sekolah untuk membicarakan masalah ini secara kekeluargaan. Dan hasilnya diperoleh kesepakatan bahwa Aldo dan teman-temannya masih bisa bersekolah karena sebentar lagi kita akan menghadapi ujian nasional. Akan tetapi bila terjadi sesuatu kembali padaku, maka Aldolah yang akan dituduh sebagai pelaku utamanya.

Menjelang ujian nasional, aku semakin dekat dengan kak Firman. Sejenak aku berusaha melupakan masalahku dengan Aldo untuk fokus menghadapi ujian nanti.Dan dari kedekatan itulah, aku juga tahu kalau kak Firman anti dengan yang namanya ajakan berkenalan lewat Handphone. Dari sekian banyak Sms yang aku kirim ke kak Firman, tak satupun dia meresponnya. Hingga suatu hari ada yang menelfonku dari nomer yang tak asing lagi.

“Assalamualaikum” Salamku lebih dulu

“Wa’alaikum salam. An, kamu nggak capek apa mengerjaiku terus. Lain kali kalau mau mengerjaiku, jangan terlalu bersemangat jadi lupakan nomer mana yang kamu gunakan. Kalau beginikan jadi jadi nggak seru. Hehehe!”Ujarnya sambil tertawa kemudian mematikan Handphonenya

Akupun tak berkutik mendengarnya. Mungkin karena aku memang terlalu bersemangat mengerjai kak Firman makanya aku salah mengirim sms dengan nomer yang biasa aku gunakan.

Malam hari sebelum ujian, kak Firman menelfonku. Dia banyak memberiku tips-tips dan nasehat agar aku tak tegang saat menghadapi ujian besok. Dan entah mengapa aku merasa senang saat ditelfon kak Firman. Mungkinkah aku telah jatuh cinta padanya?Rasanya aku sedikit menyesal kenapa dulu aku menolak mentah-mentah masalah pernikahanku dengan kak Firman saat Ayah dan Bunda memberitahuku tentang masalah ini. Dan sekarang kak Firman malah suka dengan kak Zahra. Lagian mana ada cowok yang nggak mau jika dihadapkan dengan cewek anggun, cantik, solikha plus pintar pula. Hanya cowok yang kurang waras kalau sampai menolaknya. Dan aku, apa yang bisa aku banggakan. Aku hanya bisa menyusahkan orang saja. Masih terngiang-ngiang kata-kata dari kak Firman saat melihat Aldo bermesraan dengan wanita lain. Cinta yang saling menyakiti bukan cinta namanya,termasuk cinta yang hanya membahagiakan satu orang saja. karena cinta itu adalah perasaan yang saling membahagiakan satu sama lain. Oleh karena itu, mungkin aku harus merelakan kak Firman dan ikut berbahagia saat dia berbahagia dengan kak Zahra.

“Kakak, aku lulus!”Ujarku dari sebrang telfon

“Alhamdulillah, trus nilainya berapa?Apa nilainya jelek-jelek?”Tanya kak Firman

“Enggak dong, rata-rata nilai Ana 9 lho kak”

“Wah, hebat dong!”

“Hmm…besok kakak mau nggak makan siang sama Ana? untuk merayakan kelulusan!”

“Maaf, aku nggak bisa. Aku ada acara”Jawabnya lirih

“Ya…sayang sekali. Kalau begitu besok lusa aja, bisa nggak?”

“Sekali lagi maaf ya, minggu-minggu ini aku banyak tugas dan acara. Jadi nggak bisa merayakan semua ini”Jawabnya pelan

“Ya sudahlah, Ana juga mengerti kalau kak Firman orangnya sibuk. Lain kali saja ya kalau kak Firman sedang kosong”

“Iya, maaf ya…”

Aku nggak tahu sesibuk apa kak Firman sehingga dia nggak ada waktu luang sedikitpun untukku. Ataukah dia sedang bersama kak Zahra sehingga dia tak punya waktu untukku.

Sore ini aku dan teman-teman sedang merayakan kelulusan kita dengan makan-makan di mall. Kapan lagi kita bisa berkumpul bersama selain hari ini, mungkin diwaktu yang akan datang kita sudah tak bisa bertemu lagi karena kita sibuk dengan urusan masing-masing.Disaat aku sedang asyik bercanda dengan teman-teman, tiba-tiba ada yang memanggilku.

“Ana!”Panggil seseorang dari belakang

“Kak Zahra?”

“Kamu nggak pergi kebandara?”Tanyanya padaku

“Untuk apa?”Tanyaku penasaran

“Firmankan mau pergi keJepang”Jawabnya ringan

“Apa?Jepang?”Aku shock

“Iya, beberapa bulan yang lalu dia ikut program beasiswa kesana, dan kebetulan karya ilmiahnya juga diterima. Jadi dia sekarang mau kuliah disana”

“Kapan kak Firman berangkat?”Tanyaku

“Satu jam lagi”Jawab kak Zahra sambil melihat jam ditangannya

“Apa?satu jam lagi. Hmm…teman-teman, maaf ya aku harus pergi dulu. Maaf ya!”

 Akupun pergi meninggalkan teman-teman.

“Biar lebih cepat, kamu naik mobilku saja ya!”Ujar kak Zahra

“Terima kasih kak”

Sebenarnya jarak antara aku berada dan bandara cukup dekat jika dilalui mobil. Tapi karena sekarang jam-jamnya orang kantor pulang, jadi mobilpun hanya berjalan merambat.

“Hmm…kak Zahra nggak marah kalau Ana menemui kak Firman?Ana cuma mau mengucapkan terima kasih saja kok!”Tanyaku pada kak Zahra

“Untuk apa aku marah?Akukan nggak ada hubungan sama Firman”Jawab kak Zahra

“Tapi kak Zahra sukakan sama kak Firman?”Tanyaku lirih

“Lalu kamu sendiri?”Tanya kak Zahra yang membuatku sedikit salah tingkah

Aku terdiam sejenak.

“Kamu juga sukakan sama dia?”Tanyanya lagi yang membuatku bingung harus menjawab apa

“Tapi kak Firman suka sama kak Zahra. Dan… Ana rela kok kalau kak Firman sama kak Zahra, yang penting kak Firman bahagia dengan pilihannya itu”

“Hahaha”Kak Zahra tertawa

“Kok kakak tertawa?”Tanyaku penasaran

“Ana-Ana, Ok. Aku akui, aku pernah suka sama Firman. Tapi dari awal Firman sudah menjelaskan padaku bahwa dia pernah menikah saat masih kecil. Meski saat itu dia masih kecil, Firman sudah mengerti apa arti pernikahan waktu itu. Memang secara agama kalian sah, tapi secara hukum kalian masih belum sah untuk sekarang ini. Dan sekarang keputusan itu hanya ada pada kalian berdua, mau melanjutkan kejenjang hukum atau tidak?Dan asal kamu tahu saja, aku sudah bertunangan dengan orang lain. Jadi kamu bebas mau menyukainya”Jelas kak Zahra

“Tapi kak Firman menyukai kak Zahra”Ujarku lirih

“Menurut kamu saat kejadian disekolah kamu waktu itu bukan suatu bukti kalau Firman suka kamu. Dengan lantangnya dia bilang kalau kamu calon istrinya, iya kan? Dia sebenarnya suka kamu kok, setahu aku selama berteman sejak SMP dia nggak pernah satu kalipun berpacaran. Dan disaat dia bertemu kamu, dia bingung untuk memperlakukan wanita. Makanya dia agak jutek plus galak sama kamu”

Akupun terdiam mendengar perkataan kak Zahra itu.Yang ingin kulakukan saat ini hanya ingin bertemu kak Firman untuk yang terakhir kalinya. Ku coba menelfon kak Firman, tapi Handphonenya tidak aktif. Emosiku semakin melunjak saat jalan sudah tidak dapat dilalui sama sekali karena macet total.

“Kita sudah tidak bisa berjalan lagi, bagaimana kalau kamu jalan kaki saja”Ujar kak Zahra

“Hmmm…ya sudah, nggak apa-apa kok. Daripada Ana datang terlambat kesana. Terima kasih ya kak”Kataku sambil melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari mobil kak Zahra

“Hati-hati dijalan!”

“Iya”

Akupun hanya bisa berlari dan lari diantara suara bising suara klakson-klakson mobil. Walaupun jaraknya lumayan kalau ditempuh dengan jalan kaki, tapi apapun akan aku lakukan asalkan aku bisa bertemu dengan kak Firman yang terakhir kalinya.

Saat aku sampai aku mulai bingung harus mencari kak Firman dimana. Apalagi saat aku sudah sampai dibandara satu jam lewat dari waktu yang kak Zahra kasih tahu tadi. Mungkin pesawat yang kak Firman tumpangi sudah terbang dari tadi.

Air matakupun mulai berjatuhan dari kedua pelupuk mataku. Mungkin benar, membenci dan mencintai sesorang haruslah sekedarnya karena kalau tidak semua itu akan berkebalikan dari rasa awal yang dirasakan. Dulu aku mencintai Aldo dan sekarang aku membencinya. Lalu kak Firman, sekarang aku berbalik menyukainya.Ku usap kedua mataku ini, dan berusaha merelakan semua kejadian ini. Apapun yang terjadi ini semua kehendak Tuhan. Rizki, umur dan jodoh itu semua menjadi rahasianya. Dan aku hanya bisa menjalankan sebaiknya. Termasuk masalah cintaku pada kak Firman.

“Sedang apa kamu disini?”Ujar seseorang dari belakang dengan suara yang tak asing lagi

Saat kubalikkan tubuhku, kulihat sosok wajah yang ingin kutemui dihadapanku, kak Firman.

“Kak Firman?Kak Firman nggak pergi keJepang?”Tanyaku dengan hati yang sedikit lega

“Pesawatnya sedang ada masalah, jadi penerbangannya ditunda satu jam lagi”Jelasnya

“Oh…”

“Oh, apa?”

“Enggak, nggak apa-apa. Hmm…kak, kitakan sudah muhrimkan, Ana boleh peluk kak Firmankan?”Tanyaku yang sedikit malu-malu

“Boleh, tapi jangan lama-lama. Malu dilihat orang”

Dengan segera akupun memeluk kak Firman kemudian melepaskan diri dari pelukannya.Akupun menangis sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“Kenapa menangis?”Tanya kak Firman

Aku masih menangis

“Hahaha.Bodoh, begitu saja menangis. Kamu menangisi kepergianku ya?”Tanyanya lagi

“GR, siapa yang menangisi kepergian kakak. Hanya orang bodoh yang mau menangisi kepergian kakak”Jawabku sambil menghapus air mataku

“Dan orang bodoh itulah kamu sendirikan?”Goda kak Firman

“Kak Firman?Menyesal aku datang kesini. Lebih baik aku pulang saja”

“Eh tunggu, penerbangankukan masih ditunda. Jadi kita masih bisa merayakan kelulusan kamukan?Ayo cepat!”Ajak kak Firman

Akupun tersenyum mendengarnya

“Ayo cepat, penerbangannyakan nggak lama lagi”Ujar kak Firman yang sudah pergi lebih dulu

Akupun berlari menghampiri kak Firman.

Aku senang walaupun ini adalah pertemuan terakhirku dengan kak Firman.Aku rela dan akan tetap setia menunggu kak Firman sampai dia kembali nanti.Akupun juga akan berusaha rela, jika kak Firman suatu hari nanti suka dengan wanita lain disana.

“Kak Firman, hati-hati ya disana!”Ujarku saat mengantar kepergian kak Firman

“Iya. Thank’s ya”

“Kak Firman, Ana suka sama kakak!”Teriakku saat dia mulai menjauh dariku

Kulihat dia hanya tersenyum padaku. Walaupun dia tak menjawabnya, namun senyumannya itu sedikit mengobatiku. Tak lama kemudian ada sms yang masuk diHandphoneku.

 

Kata-kata terakhirmu yang terucap dari bibirmu tadi membuatku bahagia. Kelak bila kita berjodoh nanti dan kau sabar menantiku kembali, ku akan datang dengan ikatan tali resmi yang halal dihadapan Tuhan dan Negara. Tapi bila nafsu dalam hati kecilmu merasa lelah dengan penantian ini, aku relakan kau bersama yang lain. Satu hal yang aku ingin kau tahu bahwa aku SANGAT MENYUKAIMU. I LOVE YOU, ANA.

 

WHAT?Kak Firman benar-benar menyukaiku. Tuhan aku bahagia dengan semua ini. Mungkinkah ini cinta sejati yang kau maksudkan.

Apapun yang terjadi, aku akan setia menunggu kak Firman. Walaupun awalnya hanya sebuah cinta yang dikawin gantungkan, tapi semua ini berakhir bahagia.Thank’s God…

 

 

*  *  *

 

TAMAT

 

SMANESA, Jum’at,05 Desember 2008 (08.35 wib)

 

 

 

 

ARIGATOU GOZAIMASU…^_^

Mkc bgt bwt PAK HILMI guru AgmQ on SMANESA yg scr g sngja dah ngch inspirasi disaat pljrn agma wktu i2. mkc jg bwt BU MIMIN guru KimiaQ yg wktu pljrnx aQ gnkan bwt nlizz ending crta ne N g lp bwt jham’z yg dah ngch jdul ne crt…

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s